0%
Minggu, 28 Juni 2026 19:06

RBCM Unhas Bekali Komunitas Teman Tuli dengan Literasi Legalitas Usaha dan Digitalisasi Bisnis

Editor : Agung
RBCM Unhas Bekali Komunitas Teman Tuli dengan Literasi Legalitas Usaha dan Digitalisasi Bisnis
ist

Peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya memiliki legalitas usaha sebagai fondasi dalam membangun bisnis yang profesional dan berkelanjutan, sekaligus strategi memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar.

PORTALMEDIA – Kelompok Resourceful Bakti Champions Movement (RBCM) Universitas Hasanuddin menggelar pelatihan pemberdayaan usaha bertajuk TechUp bagi komunitas disabilitas teman tuli di Nutrihub Makassar, Jumat (26/6/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM disabilitas melalui penguatan pemahaman mengenai legalitas usaha dan digitalisasi bisnis.

Pelatihan menghadirkan Muh. Yusri, S.S., M.Bns., dan Ichsan Kamil A. Hafid, S.Pd dari Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Sulawesi Selatan, sebagai narasumber.

Dalam kesempatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya memiliki legalitas usaha sebagai fondasi dalam membangun bisnis yang profesional dan berkelanjutan, sekaligus strategi memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar.

Muh. Yusri menjelaskan bahwa legalitas usaha menjadi salah satu faktor penting bagi UMKM untuk berkembang karena memberikan kepastian hukum, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta membuka peluang mengakses program pembinaan, pembiayaan, dan kemitraan.

“Legalitas usaha bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi fondasi agar usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan. Setelah legalitas terpenuhi, pelaku UMKM juga perlu memanfaatkan digitalisasi agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing di era ekonomi digital,” ujar Yusri.

Selain membahas legalitas, materi juga difokuskan pada digitalisasi bisnis, mulai dari pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, penguatan identitas merek, hingga strategi pemasaran digital yang dapat diterapkan oleh pelaku usaha skala mikro dan kecil.

"Digitalisasi adalah kunci pertumbuhan. Saya mendorong teman-teman untuk mulai melakukan strategi pemasaran digital secara terstruktur, mulai dari kurasi konten di media sosial hingga membangun identitas merek yang konsisten. Dengan memanfaatkan tools yang ada, UMKM skala mikro pun memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing di pasar modern dan meningkatkan efisiensi operasional bisnis mereka,"kata Ichsan Kamil A. Hafid, S.Pd.

Perwakilan RBCM Unhas, Ratu Brilian Shaleha, mengatakan bahwa program TechUp dirancang untuk memastikan teman-teman tuli memperoleh akses yang setara terhadap informasi dan pendampingan usaha.

“Kami ingin memastikan bahwa teman-teman tuli memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pengetahuan tentang pengembangan usaha. Melalui pelatihan ini, kami berharap mereka semakin percaya diri mengembangkan bisnis yang legal, profesional, dan mampu bersaing di era digital,” katanya.

Kegiatan berlangsung secara inklusif dengan dukungan penerjemah bahasa isyarat sehingga seluruh materi dapat diterima dengan baik oleh peserta. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya interaksi selama sesi diskusi, terutama mengenai proses pengurusan legalitas usaha dan pemanfaatan platform digital untuk meningkatkan penjualan.

Melalui program TechUp, RBCM Universitas Hasanuddin berharap semakin banyak pelaku UMKM dari kalangan penyandang disabilitas yang mampu mengembangkan usahanya secara mandiri, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar