MAKASSAR, portalmedia.id — Pengumpulan basis data makro ekonomi berskala nasional resmi bergulir di Kota Daeng. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima audiensi resmi dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar, Abdul Hafid, yang hadir memboyong tim lapangan Sensus Ekonomi 2026 di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Selasa (16/6/2026).
Pertemuan strategis ini digelar guna membahas kesiapan serta jalannya roda pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang kini resmi menapakkan kaki pada tahapan krusial, yakni pendataan lapangan secara langsung dari rumah ke rumah (door-to-door) di seantero wilayah Kota Makassar.
Guna melecut animo masyarakat, orang nomor satu di Kota Makassar tersebut menempatkan diri sebagai teladan dengan menjadi warga sekaligus pelaku usaha pertama yang didata langsung oleh jajaran petugas sensus. Selepas proses wawancara instrumen data rampung, pria yang akrab disapa Appi ini menyaksikan langsung prosesi penempelan stiker resmi BPS di area fasad depan Rumah Jabatan sebagai bukti otentik partisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026.
Baca Juga : Setelah Bertahun-tahun Diisi Plt, Munafri Kukuhkan 47 Kepala Puskesmas Definitif se-Kota Makassar
Dalam kesempatan tatap muka tersebut, Munafri Arifuddin melayangkan dukungan moril dan materil setinggi-tingginya atas gelaran sensus sepuluh tahunan ini. Ia menggarisbawahi bahwa validitas data hasil sensus merupakan jangkar utama yang sangat vital bagi pemerintah daerah dalam memformulasikan regulasi pembangunan yang presisi serta memicu akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.
Simbol Pertumbuhan Sektor Usaha, Wali Kota Usul Penanaman Pohon Sensus
Menariknya, sebagai wujud sokongan yang tidak sekadar berputar pada koridor seremonial belaka, Wali Kota Munafri melemparkan gagasan segar. Ia mengusulkan agar peresmian atau pencanangan Sensus Ekonomi di Makassar dibarengi dengan aksi simbolis berupa gerakan penanaman pohon di area publik. Pohon tersebut dianalogikan sebagai representasi dari pertumbuhan ekosistem usaha masyarakat kota yang terus bertunas.
Baca Juga : Tak Kenal Libur, BPBD Makassar Bersihkan Tumpukan Sampah di Kanal Kandea
"Akan sangat bernilai jika kita mengagendakan penanaman pohon khusus Sensus Ekonomi ini sebagai bagian dari komitmen menjaga kelestarian kota. Lokasi penanamannya bisa kita pusatkan juga di area Kantor Balaikota Makassar," cetus Munafri sembari menyodorkan ruang koordinasi waktu luang agar dirinya dapat ikut membersamai para petugas BPS di lapangan dalam aksi hijau tersebut.
Gagasan visioner dari Wali Kota Makassar ini seketika direspons positif oleh Kepala BPS Kota Makassar, Abdul Hafid. Pihaknya menilai adopsi filosofi pohon tersebut sangat linier dengan cakupan komprehensif Sensus Ekonomi yang merekam denyut nadi seluruh klaster usaha masyarakat, tanpa terkecuali sektor pertanian dan agrobisnis perkotaan.
"Ini merupakan sebuah simbolis yang sangat luar biasa dari Bapak Wali Kota. Langkah ini menunjukkan harapan besar bahwa data dari Sensus Ekonomi ini kelak mampu menyajikan pasokan informasi yang akurat demi menopang draf pertumbuhan ekonomi kita di masa depan," puji Abdul Hafid.
Baca Juga : Muharram Expo 1448 H Meriah, Wali Kota Makassar Puji Kemandirian Fasilitas Warga BTP
BPS Terjunkan 934 Petugas Lapangan, Sisir Semua Sektor Usaha hingga Agustus
Abdul Hafid menjabarkan lebih rinci bahwa rangkaian sensus umum yang menyasar koridor korporasi dan perusahaan berskala besar sejatinya telah bergulir sejak tanggal 1 May lewat metode pengisian instrumen data bersama. Adapun pelaksanaan verifikasi dan pendataan lapangan secara berkala dengan sistem door-to-door baru dilepas secara serentak per tanggal 15 Juni dan diproyeksikan bakal berlangsung secara maraton hingga 31 Agustus 2026 mendatang.
Untuk menjamin kelancaran cakupan wilayah pendataan di kota metropolitan ini, pihak BPS tidak main-main dengan menerjunkan kekuatan penuh sebanyak 934 personel terlatih.
Baca Juga : Marak Keluhan Pungutan Saat Konser, Perumda Parkir Makassar Gagas Biaya Parkir Masuk Tiket Event
"Formasi kekuatan 934 personel di Kota Makassar ini kami bagi ke dalam beberapa pos tugas fungsional, yang meliputi Petugas Pendata Lapangan (PPL), Petugas Pemeriksa Lapangan (PML), hingga tim satuan tugas khusus yang diposisikan khusus untuk menangani pendataan entitas bisnis atau usaha berskala besar," kunci Abdul Hafid memungkasi. (red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News