MAKASSAR, portalmedia.id — Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar terus berkomitmen memacu pemberdayaan ekonomi keluarga melalui penguatan modal keterampilan kreatif bagi para kadernya. Kali ini, langkah nyata tersebut diwujudkan lewat kolaborasi taktis bersama Rappo Indonesia Custom Souvenirs & Merchandise dengan menyelenggarakan pelatihan pemanfaatan limbah plastik menjadi komoditas pouch dan tas upcycle yang bernilai jual.
Agenda yang diinisiasi oleh Pokja II TP PKK Kota Makassar ini mengusung tema inovatif “Modifikasi Limbah Jadi Rupiah: Rahasia Ibu Rumah Tangga Mandiri Finansial”. Pelatihan ini dipusatkan di Auditorium PKK pada Rabu (17/6/2026) dan diikuti secara antusias oleh perwakilan kader dari berbagai kecamatan di Kota Makassar.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Bidang II TP PKK Kota Makassar, Dr. Nurdiana Djamaluddin, yang hadir mewakili Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa. Dalam sambutannya, Nurdiana menguraikan bahwa program kerja ini menyentuh langsung aspek kebutuhan fundamental kaum perempuan dan ketahanan domestik.
Baca Juga : Makassar Tertinggi Klien Rehabilitasi Se-Sulsel, TP PKK Gandeng BNN Gelar Program KRISAN
“Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi keluarga saat ini, perempuan dituntut untuk semakin kreatif dalam melihat peluang usaha dan sumber pendapatan tambahan bagi keluarga,” ungkap Nurdiana menekankan pentingnya adaptasi finansial.
Ia menambahkan, barang sisa rumah tangga yang kerap dianggap tidak berharga sejatinya menyimpan potensi ekonomi yang besar jika disentuh dengan inovasi yang tepat. Melalui pengelolaan terukur, bahan plastik, kain perca, hingga kemasan bekas bisa diubah menjadi kerajinan maupun hiasan fungsional.
“Melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam mengelola limbah menjadi produk bernilai ekonomi, tetapi juga memperoleh wawasan kewirausahaan, kemampuan membaca peluang pasar, serta motivasi untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan,” tambahnya.
Baca Juga : Dorong Pekarangan Produktif, TP PKK Makassar Bimtek Kebun Aku Hatinya PKK di Tiga Kecamatan
Dalam aspek teknis di lapangan, TP PKK Makassar menghadirkan dua mentor dari Rappo Indonesia, yakni Haryani dan Tris. Keduanya membimbing para peserta secara interaktif, mulai dari fase pemilahan bahan baku, sterilisasi limbah plastik, penyusunan pola estetis, hingga proses akhir pembentukan pouch tanpa harus merusak karakteristik asli material dasar.
Menutup jalannya rangkaian kegiatan, Ketua Pokja II TP PKK Kota Makassar, Dra. A. Indrawaty, berharap pembekalan keterampilan ini dapat ditularkan secara masif hingga ke level kelompok dasawisma terkecil. Dengan demikian, gerakan ini tidak sekadar menjadi stimulus peningkatan ekonomi keluarga, melainkan juga instrumen efektif dalam menekan volume timbulan sampah anorganik di wilayah Kota Makassar. (red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
