MAKASSAR, portalmedia.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kota Makassar dalam mengawal keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Langkah ini dinilai krusial sebagai instrumen perlindungan jaminan kesehatan yang inklusif dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia dan para purnabakti.
"Para purnabakti adalah sosok yang telah memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan daerah. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan mereka tetap mendapatkan perlindungan kesehatan yang layak, mudah diakses, dan berkelanjutan melalui Program JKN," ujar Aliyah Mustika Ilham.
Pernyataan strategis tersebut disampaikannya saat menghadiri forum Sinergi dan Kolaborasi (SERASI) Program JKN bersama Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) yang diinisiasi oleh BPJS Kesehatan di Claro Hotel & Convention Makassar, Kamis (18/6/2026). Dalam agenda kedinasan tersebut, Wakil Wali Kota turut didampingi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Makassar, Ahmad Asyarie.
Baca Juga : Setelah Bertahun-tahun Diisi Plt, Munafri Kukuhkan 47 Kepala Puskesmas Definitif se-Kota Makassar
Mengangkat tema besar “Merawat Pengabdian, Menguatkan Perlindungan: Sehat di Masa Purna Bakti, Bahagia Bersama JKN”, forum ini menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan program kerja bersama pemangku kepentingan tingkat nasional. Turut hadir langsung di antaranya Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan RI Akmal Budi Yulianto, Deputi Direksi Bidang Manajemen Mutu Layanan C. Fala Rahmatiana, Deputi Direksi Wilayah IX Asyraf Mursalina, Ketua Umum PWRI Dr. Setyanto P. Santoso, serta perwakilan Pemprov Sulsel yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, dr. Evi Mustikawati Arifin.
Ketua Umum PWRI, Dr. Setyanto P. Santoso, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi aktif penjaminan kesehatan purnabakti ini. Ia menegaskan bahwa institusi PWRI siap mengambil peran taktis di lapangan sebagai agen edukator, penyalur aspirasi, serta penggerak transformasi digital bagi para anggotanya yang berskala besar.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, membeberkan lompatan data Universal Health Coverage (UHC) di wilayah Sulawesi Selatan yang tumbuh signifikan. Hingga Juni 2026, cakupan kepesertaan JKN di Sulsel menyentuh angka 99,17 persen. Sementara itu, performa capaian kuantitas kepesertaan di Kota Makassar jauh melampaui rata-rata wilayah dengan total rekor kepesertaan mencapai 99,81 persen atau setara sekitar 1,4 juta jiwa penduduk.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Makassar, Ahmad Asyarie, menambahkan bahwa dari total cakupan kuantitatif 99,8 persen masyarakat terdaftar tersebut, tingkat keaktifan kepesertaan riil saat ini berada di kisaran 82 persen. Angka dinamik ini dipengaruhi oleh tingginya mobilitas demografis lantaran Kota Makassar bertindak sebagai episentrum aktivitas publik di Sulawesi Selatan.
Rangkaian acara SERASI JKN ini diakhiri secara khidmat melalui prosesi penyerahan plakat penghargaan kepada manajemen PWRI pusat yang disaksikan oleh segenap jajaran Forkopimda serta ditutup dengan komitmen foto bersama guna keberlanjutan program. (red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
