0%
Minggu, 09 Agustus 2026 20:39

Hadir di Perhumas Talks, Yusri Yunus: Krisis Bukan Lagi Soal Operasional, Melainkan Ujian Kepercayaan Publik

Editor : Agung
Hadir di Perhumas Talks, Yusri Yunus: Krisis Bukan Lagi Soal Operasional, Melainkan Ujian Kepercayaan Publik
ist

PT Vale Indonesia menegaskan bahwa keberhasilan menghadapi krisis di era digital tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan menyelesaikan persoalan teknis, tetapi juga oleh kecepatan dan keterbukaan dalam membangun komunikasi dengan publik.

PORTALMEDIA – Strategi komunikasi krisis di era digital menjadi sorotan dalam Perhumas Talks yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus BPC Perhumas Makassar Periode 2026–2029 di Amphitheater Wisma Kalla, Sabtu (8/8/2026).

Forum tersebut menghadirkan Head of External Relations Sorowako and Sorowako Outer Area PT Vale Indonesia Yusri Yunus, Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal, dan Ketua BPC Perhumas Makassar Fenny Butarbutar sebagai narasumber. Ketiganya menekankan bahwa di tengah derasnya arus informasi digital, humas dituntut tidak hanya mampu mengelola citra, tetapi juga membangun dan mempertahankan kepercayaan publik melalui komunikasi yang cepat, transparan, dan kolaboratif.

PT Vale Indonesia menegaskan bahwa keberhasilan menghadapi krisis di era digital tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan menyelesaikan persoalan teknis, tetapi juga oleh kecepatan dan keterbukaan dalam membangun komunikasi dengan publik. Pesan itu disampaikan Head of External Relations Sorowako and Sorowako Outer Area PT Vale Indonesia, Yusri Yunus, saat menjadi pembicara dalam Perhumas Talks yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Perhumas Makassar.

Mengangkat tema “Reinventing PR Through Multidimensional Communication Crisis”, Yusri memaparkan bagaimana tantangan komunikasi saat ini berkembang sangat cepat. Menurutnya, setiap krisis dapat berubah menjadi krisis reputasi dalam hitungan menit ketika informasi menyebar luas melalui media digital dan media sosial.

Sebagai studi kasus, Yusri mengulas penanganan insiden kebocoran pipa minyak PT Vale di Towuti, Kabupaten Luwu Timur, pada 2025. Ia menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi perusahaan tidak hanya berkaitan dengan penanganan operasional, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat, memenuhi ekspektasi para pemangku kepentingan, serta mempertahankan kredibilitas perusahaan dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). 

“Di era digital, setiap momen menjadi narasi yang membentuk persepsi publik terhadap sebuah perusahaan,” menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan Yusri. 

Menurutnya, terdapat tiga prinsip yang harus menjadi fondasi komunikasi krisis, yakni kecepatan (speed), konsistensi (consistency), dan transparansi (transparency). Ketiga prinsip tersebut diterapkan PT Vale melalui komunikasi yang aktif dengan media, pemantauan pemberitaan secara real time, hingga penyusunan narasi berbasis fakta untuk mengurangi penyebaran informasi yang keliru.

Pendekatan tersebut mampu menggeser pemberitaan dari spekulasi menuju fakta yang terverifikasi serta menekan sentimen negatif dalam waktu singkat. 

Yusri menegaskan, komunikasi krisis tidak boleh berhenti pada konferensi pers atau pemberitaan media. Perusahaan juga harus hadir langsung di tengah masyarakat melalui pembukaan posko pengaduan, layanan kesehatan, bantuan air bersih, dialog dengan warga terdampak, pemerintah daerah, hingga melibatkan lembaga independen dan akademisi dalam proses pemulihan. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk membangun kembali kepercayaan publik melalui bukti dan data ilmiah. 

Dalam forum yang dihadiri praktisi komunikasi, akademisi, dan insan humas tersebut, Yusri mengatakan peran public relations telah mengalami perubahan mendasar. PR tidak lagi sekadar mengelola citra organisasi, melainkan menjadi garda terdepan dalam menjaga hubungan dan kepercayaan dengan seluruh pemangku kepentingan.

Semangat itulah yang menjadi benang merah pelaksanaan Perhumas Talks. "Forum ini tidak hanya menjadi bagian dari pelantikan pengurus baru Perhumas Makassar, tetapi juga ruang berbagi pengalaman mengenai praktik komunikasi yang adaptif di tengah disrupsi informasi dan meningkatnya tuntutan publik terhadap transparansi organisasi,"ungkapnya.

Menutup paparannya, Yusri menyampaikan bahwa pelajaran terbesar dari pengalaman PT Vale adalah perubahan cara pandang dalam mengelola komunikasi. Fokus perusahaan tidak lagi sekadar melindungi reputasi, melainkan melindungi kepercayaan melalui transparansi dan pemulihan yang kolaboratif. Baginya, reputasi perusahaan justru dibentuk dari cara organisasi merespons krisis secara terbuka, bertanggung jawab, dan konsisten. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar