0%
Kamis, 16 April 2026 22:40

Pendekatan Humanis Berbuah Hasil, PKL di BTP Bongkar Lapak Mandiri

Editor : Chale
Petugas gabungan saat mengevakuasi salah satu fasilitas dagang milik PKL yang kedapatan melanggar batas fasilitas umum di sepanjang poros BTP, Kecamatan Tamalanrea.
Petugas gabungan saat mengevakuasi salah satu fasilitas dagang milik PKL yang kedapatan melanggar batas fasilitas umum di sepanjang poros BTP, Kecamatan Tamalanrea.

Pemerintah Kecamatan Tamalanrea dipimpin Camat Andi Patiroi menertibkan 60 lapak PKL BTP yang melanggar fasum secara humanis bersama Lurah Nasrul.

MAKASSAR, portalmedia.id — Upaya pengembalian fungsi ruang publik dan penataan estetika kota di kawasan utara Makassar terus digalakkan. Pemerintah Kecamatan Tamalanrea melakukan penertiban terhadap puluhan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang beroperasi di sepanjang jalur poros Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Kamis (16/4/2026). Langkah tegas ini berjalan aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya riak ataupun gesekan di lapangan.

Camat Tamalanrea, Andi Patiroi, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pendataan di lapangan, terdapat kurang lebih 60 lapak PKL BTP yang ditindak. Puluhan tempat usaha tersebut terbukti memanfaatkan area trotoar dan mendirikan bangunan di atas saluran drainase. Pelanggaran fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) ini dinilai rawan memicu genangan air hingga banjir karena menutup aliran pembuangan, selain mengganggu hak pejalan kaki serta memicu kemacetan lalu lintas.

"Penertiban lapak yang berdiri di atas fasum ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam menjaga ketertiban umum sekaligus mengembalikan fungsi fasilitas publik," tegas Andi Patiroi. Ia menambahkan, operasi penataan ini bukan tindakan represif yang tiba-tiba, melainkan kelanjutan dari prosedur persuasif kelurahan yang telah melayangkan surat teguran resmi sebanyak tiga kali. Sebagai solusi keberlanjutan ekonomi, para pedagang diarahkan untuk berpindah ke lokasi resmi yang representatif, salah satunya di kawasan Pasar Sentral BTP.

Senada dengan hal itu, Lurah Buntusu, Nasrul, mengapresiasi tingkat kesadaran para pelaku usaha yang dinilai sangat kooperatif selama proses penataan berlangsung. Tercatat sekitar 10 pedagang memilih membongkar lapak dagangannya secara mandiri, sementara 50 pelaku usaha lainnya langsung merapikan etalase toko agar tidak melewati batas bahu jalan. Meski mengedepankan pendekatan humanis, petugas tetap mengamankan satu unit gardu jualan yang terbukti membandel dan tidak ditertibkan mandiri oleh pemiliknya.

"Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif. Tidak ada gesekan di lapangan karena kami mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Ini menjadi bukti bahwa komunikasi yang baik mampu menciptakan situasi yang kondusif," pungkas Nasrul. (red)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar