0%
Jumat, 19 Juni 2026 16:28

Luncurkan Program 'Makassar Berjasa', Appi-Aliyah Sebar 1.005 Agen Perisai Guna Kejar Universal Coverage

Editor : Chale
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat memberikan sambutan dan memaparkan poin strategis peluncuran Program Makassar Berjasa di Lapangan Karebosi.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat memberikan sambutan dan memaparkan poin strategis peluncuran Program Makassar Berjasa di Lapangan Karebosi.

Pemkot Makassar mengucurkan APBD Rp27,2 Miliar untuk meluncurkan Program Makassar Berjasa. Sebanyak 81 ribu pekerja informal kini terlindungi BPJS.

MAKASSAR, portalmedia.id — Terobosan masif di sektor perlindungan sosial resmi digulirkan oleh Pemerintah Kota Makassar. Melalui kolaborasi taktis antara Dinas Ketenagakerjaan dan BPJS Ketenagakerjaan, Pemkot Makassar meluncurkan program inovatif bertajuk "Makassar Berjasa" (Berbagi Jaminan Sosial) yang dipadukan dengan Sistem Keagenan Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai).

Agenda peluncuran akbar ini dihelat secara terbuka di Lapangan Karebosi, Makassar, Jumat (19/6/2026). Langkah proteksi ini sengaja dirancang demi menyasar kelompok pekerja informal yang selama ini rentan terhadap risiko kerja, mulai dari nelayan, pedagang kaki lima, juru parkir, disabilitas, komunitas seni, hingga perangkat keagamaan dan RT/RW.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar urusan administratif jaminan sosial, melainkan wujud nyata kehadiran negara atas aspek kemanusiaan. Tak tanggung-tanggung, Pemkot Makassar mengalokasikan dana segar senilai Rp27,2 milar melalui APBD 2026 untuk membiayai iuran perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) serta Jaminan Kematian (JKM) bagi 81.466 pekerja kategori rentan.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Isi WFH Bersama SKPD Pantau Jumat Bersih di Wajo dan Ujung Tanah

"Hebatnya lagi, dari total tersebut, ada sekitar 45.000 pekerja rentan yang kami fasilitasi untuk mendapatkan Jaminan Hari Tua (JHT). Ini merupakan salah satu proyek percontohan pertama di Indonesia yang mengintegrasikan jaminan hari tua bagi sektor non-formal lewat pembiayaan penuh dari anggaran daerah," ungkap pria yang akrab disapa Appi tersebut.

Guna mempercepat capaian target Universal Coverage, Pemkot Makassar juga mengukuhkan 1.005 Agen Perisai yang tersebar di seluruh rukun warga (RW). Para agen dari kalangan warga lokal ini bertugas menjadi ujung tombak edukasi sekaligus jembatan pendaftaran kepesertaan mandiri di lingkungan sekitar, sekaligus menjadi sumber pendapatan alternatif baru bagi mereka.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menambahkan bahwa jaminan ketenagakerjaan sudah bergeser dari sekadar kebutuhan menjadi hak dasar yang inklusif bagi semua profesi. Lewat strategi integrasi ini, Aliyah optimistis ketahanan finansial keluarga prasejahtera di Makassar akan jauh lebih kokoh dari guncangan ekonomi mendadak jika pencari nafkah utama mengalami musibah.

Baca Juga : Wali Kota Appi Apresiasi Inovasi Urban Farming di Tammua, Terintegrasi dengan Sentra Tukar Sampah

Selain memperkuat sektor publik, akselerasi jaminan sosial ini juga diperluas ke area klaster pasar melalui jalinan kemitraan khusus antara Perumda Pasar Makassar Raya dengan BPJS Ketenagakerjaan demi melindungi ribuan pedagang pasar tradisional. (red)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar