MAKASSAR, portalmedia.id — Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, bergerak cepat mendorong penguatan peran jajaran Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan kelurahan. Langkah ini diorientasikan untuk memacu fungsi mereka sebagai motor penggerak utama dalam meningkatkan mutu serta pemerataan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di seluruh penjuru kota.
Arahan strategis tersebut digaungkan Melinda saat memimpin Rapat Pertemuan Pokja Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan yang digelar berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kota Makassar di Aula Gedung Makassar Government Center (MGC), Jumat (19/6/2026). Agenda bertajuk “Menguatkan Peran Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan Menuju Apresiasi Bunda PAUD Kota Makassar 2026 yang Berdampak” ini diikuti oleh seluruh jajaran pengurus pokja dari tingkat kota hingga kelurahan.
Melinda menegaskan, amanah yang diemban oleh para Bunda PAUD bukanlah sekadar peran seremonial. Ia menuntut adanya implementasi nyata di lapangan untuk menghadirkan layanan PAUD yang inklusif, holistik, integratif, sekaligus berkualitas. Terlebih, saat ini Kota Makassar masih dihadapkan pada tantangan keterbatasan akses pendidikan usia dini negeri.
Baca Juga : Wali Kota Appi Apresiasi Inovasi Urban Farming di Tammua, Terintegrasi dengan Sentra Tukar Sampah
"Dari total 599 satuan PAUD yang tersebar di Kota Makassar, saat ini kita baru memiliki lima PAUD Negeri yang beroperasi. Masih banyak anak-anak kita yang belum bisa menjangkau layanan pendidikan dasar ini. Ini adalah pekerjaan rumah (PR) besar yang harus kita tuntaskan bersama-sama," ungkap Melinda.
Menyiasati ketimpangan akses tersebut, Pemkot Makassar menginisiasi kebijakan afirmasi khusus pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat PAUD Negeri dengan mengalokasikan kuota sebesar 60 persen khusus bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Selain menyatukan sinergi program, rakor ini juga dirangkaikan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) persiapan menghadapi ajang Apresiasi Bunda PAUD Tahun 2026 dari tingkat provinsi hingga nasional. Melinda mengingatkan agar persiapan ajang ini tidak dipandang sebagai kompetisi mengejar piala semata, melainkan instrumen pemicu inovasi yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
Baca Juga : Pendaftar Jalur Non-Domisili Membludak, SMPN 6 dan SMPN 3 Makassar Tambah Personel Verifikator
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar, Titin Florentina P., menguraikan lima pilar utama landasan kerja yang wajib dipegang teguh, yakni advokasi, koordinasi, sosialisasi, supervisi, dan inovasi. Titin mencontohkan beberapa program kreatif minim anggaran yang bisa diadaptasi, seperti gerakan PAUD Hijau memanfaatkan pekarangan, parenting digital via WhatsApp, festival mini, pojok baca kelurahan swadaya, hingga program Gizi Cerdas dan Kelas 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Sementara itu dari sisi administrasi, Pengurus Pokja Hasriani memberikan pembekalan teknis mengenai tata kelola data dan penyusunan dokumen bukti kegiatan (eviden). Penilaian instrumen penilai kementerian nantinya akan berfokus pada kekuatan dokumen pendukung dan inisiasi nyata para Bunda PAUD dalam menyukseskan kebijakan transisi PAUD bermutu di wilayah masing-masing. (red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
