0%
Jumat, 19 Juni 2026 20:48

Genjot Perlindungan Seluruh Pekerja, Pemkot Makassar Hadirkan 1.005 Agen PERISAI

Editor : Kimel
Sinergi program tersebut secara resmi diluncurkan oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, di Lapangan Karebosi, Jumat (19/6).
Sinergi program tersebut secara resmi diluncurkan oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, di Lapangan Karebosi, Jumat (19/6).

Kehadiran mereka diharapkan mampu menjaring dan meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dari sektor informal atau Bukan Penerima Upah (BPU).

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Pemerintan Kota Makassar resmi menjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Makassar untuk membentuk sistem keagenan Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (PERISAI).

Langkah strategis ini diambil guna memperluas cakupan program Makassar Berjasa (Berbagi Jaminan Sosial) sekaligus menggenjot capaian universal coverage jaminan sosial ketenagakerjaan di Kota Makassar.

Sebanyak 1005 agen PERISAI yang tersebar di tingkat RW se-Kota Makassar dikerahkan dalam inisiasi ini. Kehadiran mereka diharapkan mampu menjaring dan meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dari sektor informal atau Bukan Penerima Upah (BPU).

Sebelumnya, Pemkot Makassar telah mengalokasikan anggaran melalui APBD Tahun 2026 untuk memberikan perlindungan jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) bagi 81.466 pekerja rentan di Kota Makassar.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 45 ribu pekerja di antaranya juga mendapatkan perlindungan jaminan hari tua (JHT).

Namun, Walikota Makassar, Munafri Arifuddin komitmennya terhadap perlindungan sosial pekerja rentan dipastikan tidak berhenti sampai di situ. Sektor pekerja mandiri kini mulai disasar secara masif.

"Ini tidak bisa kalau cuman pemerintah menyasar sampai ke bawah untuk pekerja rentan dan keagamaan ini. Sektor mandiri juga harus dimaksimalkan, banyak yang mau ikut ini dan tau apa gunanya, tapi gak tau caranya. Maka dibentuk lah keagenan," ujarnya, Jumat (19/6).

Pria yang akrab disapa Appi ini menyebut bahwa pihak yang paling memahami kondisi finansial dan kemauan masyarakat berada di tingkat RT/RW.

Oleh karena itu, pembentukan 1.005 agen PERISAI ini dipusatkan di lingkungan tersebut. Ia pun meminta para agen bersama perangkat daerah setempat untuk aktif memotret potensi kepesertaan mandiri di wilayahnya.

"Dengan kehadiran agen ini bisa memberikan bukti bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat melalui jaminan sosial ketenagakerjaan, guna membantu mereka dalam persoalan mendapatkan pendapatan dan jaminan sosial," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Syaiful Hidayat memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkot Makassar atas peluncuran sistem keagenan PERISAI sebagai bagian dari program Makassar Berjasa.

Ia berharap program inovatif ini dapat menjadi percontohab bagi kota-kota lain di Indonesia dalam mempermudah akses informasi bagi masyarakat.

"Keagenan ini bukan hanya sekadar untuk akusisi atau mengajak peserta baru. Tetapi karena mereka inilah yang tau kondisi masyarakatnya, mereka juga bisa membantu meretensi untuk mengingatkan peserta saat waktunya membayar iuran kembali," jelas Syaiful.

Lebih jauh, ia berharap agat para agen dapat menjadi ujung tombak literasi dan   pelayanan tahap awal bagi masyarakat. "Sehingga tidak harus datang ke kantor, misalkan menanyakan saldo JHT, atau informasi umum bisa dilakukan para agen PERISAI ini," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Syaiful juga memaparkan realisasi penyaluran dana manfaat di Kota Makassar. Tercatat, dari Januari hingga 31 Mei 2026, BPJS Ketenagakerjaan telah menyalurkan dana manfaat sebesar 211 miliar kepda seluruh peserta di Makassar.

Ia mengimbau agar momentum ini dimanfaatkan bersama melalui program pembinaan dan pengembangan, agar dana manfaat yang diterima tidak habis hanya untuk kebutuhan konsumsi harian. BPJS Ketenagakerjaan mendorong adanya pelatihan literasi keuangan dan kewirausahaan.

"Bersama-sama kita latih mereka, sehingga dana manfaat yang diterima bisa digunakan untuk hal yang lebih produktif, seperti membuka usaha atau membangun keahlian baru. Harapannya, dana yang telah disalurkan ini mampu menjadi penggerak roda ekonomi daerah," pungkas Syaiful.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar