MAKASSAR, portalmedia.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima kunjungan audiensi resmi dari jajaran pengurus Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Sulawesi Selatan. Pertemuan koordinasi tersebut berlangsung khidmat di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Makassar, Jumat (24/4/2026) mulai pukul 10.00 WITA.
Pertemuan ini digelar dalam rangka mematangkan koordinasi serta pemantapan rencana pelaksanaan workshop bertajuk “ICOR Series: Dari Risiko Laporan Keuangan ke Solusi Pengendalian Efektif” yang rencananya akan diselenggarakan pada 29 April 2026 mendatang di Kota Makassar.
Dalam menerima delegasi akuntan tersebut, Wakil Wali Kota tampak didampingi oleh jajaran pejabat teras Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Di antaranya Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Drs. Muh. Dakhlan, M.Si; Kepala Dinas Kesehatan dr. Hj. Nursaidah Sirajuddin, M.Kes; Direktur RSUD Daya dr. A. Any Muliany; serta perwakilan Bagian Perekonomian Muhammad Amri, S.STP., M.AP, dan Analis Kebijakan Ahli Muda Muhammad Hamzah. Sementara itu, rombongan delegasi IAI Sulsel dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Dr. Muhammad Ridwan Arief, S.E., M.Fin., Ak., CA, bersama jajaran pengurus harian lainnya.
Baca Juga : Tak Perlu Bawa Uang Tunai, Bayar Tagihan Air Kini Cukup Pindai QRIS di Perumda Air Minum Makassar
Pihak IAI Sulsel memaparkan bahwa pelaksanaan workshop ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mengerek kualitas tata kelola, pengelolaan, hingga sistem pelaporan keuangan, khususnya yang berkaitan erat dengan sistem pengendalian internal berbasis Internal Control Over Financial Reporting (ICOR). Muatan materi dalam pelatihan ini turut mengacu pada standardisasi dan regulasi Kementerian BUMN terkait tata kelola keuangan, sehingga dinilai sangat relevan dan mendesak untuk diimplementasikan di lingkungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), hingga ke tingkat perangkat daerah.
Hingga saat audiensi berlangsung, IAI Sulsel melaporkan antusiasme peserta yang mendaftar telah menyentuh angka sekitar 45 orang. Para peserta berasal dari rupa-rupa unsur profesi, mulai dari entitas korporasi swasta seperti Kalla Group, tenaga medis dan kesehatan dari puskesmas di Kabupaten Polewali Mandar, hingga mahasiswa akuntansi tingkat akhir. Guna memperluas dampak akademis, IAI Sulsel juga telah menjalin kerja sama kemitraan strategis dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Sulsel, seperti Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Fajar (Unifa), dan Universitas Negeri Makassar (UNM) dalam skema pengembangan kompetensi profesi mahasiswa.
Merespons paparan tersebut, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyatakan dukungan penuh dan apresiasi tinggi terhadap inisiasi workshop keahlian ini. Dirinya menilai agenda pemantapan kompetensi tersebut bernilai penting dalam memperkuat kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal, demi mewujudkan sistem pengelolaan kas dan keuangan daerah yang akuntabel, transparan, serta profesional.
Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Dukung Penetapan LP2B, Wujudkan Tata Ruang Berkelanjutan di Makassar
Secara instruktif, Aliyah Mustika Ilham mendorong agar setiap instansi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta unit puskesmas yang tersebar di lingkup Kota Makassar dapat mendelegasikan perwakilan staf keuangannya untuk ikut serta menjadi peserta workshop.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Ke depan, diharapkan ada perwakilan dari setiap OPD dan puskesmas untuk ikut serta, mengingat pentingnya kompetensi akuntansi dalam mendukung tata kelola keuangan yang baik,” pungkas Aliyah Mustika Ilham.
Lewat kolaborasi edukatif ini, Pemkot Makassar berharap mampu melahirkan penguatan pemahaman tata ruang akuntansi yang berkelanjutan, sekaligus mempererat sinergi kemitraan bersama IAI Sulsel dalam membentengi ekosistem sistem pengelolaan keuangan daerah yang sehat dan bersih. Langkah nyata ini diharapkan terus bergulir konsisten setiap tahun demi mendongkrak profesionalisme pelayanan publik di Kota Makassar. (red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

