0%
Jumat, 01 Mei 2026 03:50

Sukseskan Urban Farming di Makassar, Munafri Arifuddin Dorong Pemanfaatan Lahan Sempit Jadi Produktif

Editor : Chale
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat meninjau dan menyaksikan langsung panen hasil program urban farming di salah satu lokasi kelompok tani, Kamis (30/4/2026).
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat meninjau dan menyaksikan langsung panen hasil program urban farming di salah satu lokasi kelompok tani, Kamis (30/4/2026).

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin tinjau langsung pengembangan urban farming di Tamalate dan Wajo sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

MAKASSAR, portalmedia.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terus mendorong optimalisasi program urban farming sebagai solusi inovatif untuk memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat. Komitmen ini ditunjukkan dengan melakukan peninjauan langsung di dua lokasi pengembangan urban farming di Kecamatan Tamalate dan Kecamatan Wajo, Kamis (30/4/2026).

Pada titik pertama di Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate, Munafri menyaksikan langsung keberhasilan Kelompok Tani Anging Mammiri dalam mengelola lahan terbatas menjadi pusat produksi kangkung rawa yang subur. Di sana, satu bedeng tanaman mampu menghasilkan hingga 150 kilogram kangkung per bulan dengan masa panen yang singkat, yakni tiga hingga empat minggu. Melihat tingginya permintaan pasar, ia berharap model ini dapat direplikasi di wilayah lain.

"Program urban farming menjadi salah satu program prioritas kita di Pemkot Makassar, karena tidak hanya menjawab tantangan keterbatasan lahan, tetapi juga memperkuat kemandirian pangan. Pasarnya jelas, lahannya tidak besar, dan hasilnya nyata dirasakan masyarakat," ujar Munafri saat peninjauan.

Baca Juga : PDAM Makassar Data Pelanggan Menunggak dan Objek Layanan yang Sudah Tidak Ada

Kunjungan kemudian berlanjut ke Kecamatan Wajo, tepatnya di kawasan lorong sekitar SD Negeri Butung. Berbeda dengan Tamalate, warga di sini mengembangkan konsep urban farming terpadu yang mengintegrasikan perikanan dan peternakan skala rumah tangga. Selain membudidayakan ikan nila, warga juga sukses mengelola peternakan ayam petelur jenis Australorp yang hasilnya digunakan untuk mendukung program penanganan stunting melalui pemberian telur bagi anak-anak.

Plt. Camat Wajo, Ivan Kala'lembang, menambahkan bahwa kawasan tersebut kini dilengkapi dengan mesin penetasan telur untuk menjaga keberlangsungan siklus produksi. Ia menegaskan bahwa inisiatif ini membuktikan keterbatasan ruang di lorong bukan menjadi hambatan untuk menciptakan nilai ekonomi maupun manfaat sosial.

Munafri pun menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar akan memberikan dukungan lintas sektor melalui dinas terkait untuk memastikan program ini berjalan merata di seluruh kecamatan. "Semua kecamatan tanpa terkecuali harus punya urban farming. Kita sesuaikan dengan kebutuhan dan potensi terbaik yang bisa dikembangkan di masing-masing wilayah," tegas Munafri. (red)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar