0%
Rabu, 08 Juli 2026 19:41

Banjir Bandang di China, Ratusan Ular Kabur dari Peternakan dan Masuk Permukiman

Editor : Agung
Banjir Bandang di China, Ratusan Ular Kabur dari Peternakan dan Masuk Permukiman
ist

Insiden ini sempat memicu kepanikan warga setempat. Pemerintah kota melaporkan bahwa petugas penyelamat telah dikerahkan ke lokasi untuk menangani situasi dan mengamankan wilayah tersebut.

PORTALMEDIA - Sebanyak 900 ekor ular dilaporkan kabur dari sebuah peternakan di Desa Dengwei, Kota Hengzhou, Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, China Selatan. Peristiwa ini terjadi setelah fasilitas peternakan tersebut rusak parah imbas diterjang banjir bandang.

Insiden ini sempat memicu kepanikan warga setempat. Pemerintah kota melaporkan bahwa petugas penyelamat telah dikerahkan ke lokasi untuk menangani situasi dan mengamankan wilayah tersebut.

Kabar ini mulai mencuat setelah sejumlah warganet mengunggah tangkapan layar dan klip video yang memperlihatkan kondisi peternakan ular yang hancur pascabanjir. Unggahan tersebut dibagikan sebagai peringatan bagi warga sekitar agar segera melakukan tindakan pencegahan. Beberapa warganet bahkan sempat berspekulasi bahwa banyak warga yang digigit ular dan kekurangan pasokan medis.

Namun, Kepala Komite Desa Dengwei, Wu Zhi, memberikan klarifikasi mengenai situasi riil di lapangan.

"Kejadian ini terjadi pada 6 Juli. Menurut perkiraan awal kami, sekitar 800 hingga 900 ular melarikan diri setelah peternakan tersebut hanyut terbawa banjir. Sejauh ini, baru satu warga desa yang terkonfirmasi digigit ular dan sudah menerima perawatan darurat di rumah sakit," ujar Wu Zhi, seperti dikutip dari Global Times.

Wu Zhi juga meluruskan kekhawatiran warga dengan menegaskan bahwa tidak semua ular yang kabur tersebut berbisa. Berdasarkan datanya, sebagian besar dari ular yang lepas adalah jenis ular air yang tidak berbahaya bagi manusia.

Seorang warga setempat bernama Shen menjelaskan bahwa peternakan ular di wilayah tersebut umumnya terletak di daerah dataran rendah dan lereng bukit. Akibat jebolnya Waduk Liulan dan Waduk Yunbiao, kawasan dataran rendah langsung tergenang banjir, menyebabkan ular-ular dari beberapa peternakan skala kecil meloloskan diri ke lingkungan sekitar.

Secara umum, peternak lokal di wilayah Hengzhou memelihara tiga jenis ular, yaitu:

 Ular Kobra (berbisa)

 Ular Tikus Raja (King Ratsnake / tidak berbisa)

 Ular Air (tidak berbisa)

Salah satu peternak lokal bernama Lei memperkirakan bahwa ular dari peternakan kecil memang mungkin kabur dalam jumlah besar. Meski begitu, ia menyebut sebagian besar ular yang terjebak di dalam air dalam waktu lama kemungkinan besar akan mati tenggelam.

Sebagai langkah antisipasi, puluhan penduduk dari desa-desa tetangga yang tidak terdampak banjir kini telah bergerak sukarela. Mereka membentuk tim penangkap ular darurat untuk membantu mengamankan situasi dan mengevakuasi ular-ular yang masih berkeliaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar