0%
Minggu, 12 Juli 2026 15:20

Menenun Asa di Tepian Matano: Kisah Anyaman Teduhu Melawan Kepunahan Tradisi

Editor : Agung
Menenun Asa di Tepian Matano: Kisah Anyaman Teduhu Melawan Kepunahan Tradisi
ist

Beberapa tahun lalu, masa depan anyaman Teduhu berada di titik nadir. Keterampilan warisan leluhur yang lahir di pesisir Danau Matano ini menghadapi ancaman nyata: ketiadaan regenerasi.

Bahkan, produk kriya eksotis Luwu Timur ini kini kerap dijadikan sebagai suvenir resmi bagi para tamu dan mitra korporat PT Vale, sebuah langkah taktis untuk memperluas eksposur pasar secara organik.

Menatap Kemandirian Hari Esok

Keikutsertaan dalam pameran Nasional di Makassar, menjadi bukti bahwa produk desa mampu berbicara banyak di panggung kota.

Saat ini, sudah ada sekitar lima hingga sepuluh UMKM binaan PT Vale yang sukses menembus pasar tingkat provinsi. Sektor makanan dan minuman memang masih mendominasi, namun sektor kriya tradisional seperti anyaman ini tengah berlari mengejar.

Bagi PT Vale, target akhir dari seluruh investasi sosial ini adalah melahirkan ekosistem masyarakat yang berdaya dan mandiri. "Tujuan utama kami adalah agar usaha masyarakat binaan ini berkelanjutan, mandiri secara ekonomi, dan produk lokal mereka semakin dikenal luas secara nasional," pungkas Endra Kusuma.

Di stan pameran itu, anyaman Teduhu bukan lagi sekadar anyaman tali. Ia adalah rajutan asa dari generasi muda Luwu Timur yang membuktikan bahwa menjaga tradisi ternyata bisa berjalan beriringan dengan menjemput kesejahteraan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar

Populer