Belajar Akses Pembiayaan secara Tepat
Hadir sebagai narasumber teknis, Konsultan PLUT Sulsel, Salman Sahmad, S.Pd., MM., membawakan materi bertajuk “Akses Pembiayaan bagi Pengusaha UMKM”.
Dalam paparannya, Salman mengupas berbagai persoalan yang kerap dihadapi pengusaha UMKM, mulai dari pesanan yang meningkat tetapi terkendala modal kerja, piutang macet, minimnya stok barang, hingga kekhawatiran menggunakan pembiayaan dan kebingungan menentukan sumber modal yang tepat.
“Banyak pelaku usaha merasa produknya bagus, tetapi terbentur modal kerja, takut berutang, atau permohonan kreditnya ditolak karena belum siap. Pembiayaan pada dasarnya adalah dana yang diterima saat ini untuk produktivitas usaha, menghasilkan nilai tambah, lalu dikembalikan secara terencana,” papar Salman.
Ia menekankan pentingnya memastikan setiap pembiayaan memiliki tujuan yang jelas dan digunakan untuk aktivitas yang produktif.
“Kuncinya ada pada tujuan yang jelas: jika besok mendapat suntikan modal, dana tersebut harus produktif untuk ekspansi, bukan habis tanpa kalkulasi,” lanjutnya.
Dua Pilar Utama: Pembiayaan dan Digitalisasi
Perwakilan tim peneliti Unhas sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas, Rizky Utami, SE., M.Acc. Fin., bersama Baginda Hamzah, turut memaparkan materi pelatihan.
Pelatihan tersebut difokuskan pada dua pilar utama.
Pertama, pengelolaan kredit dan akses pembiayaan, yang mencakup pemahaman mengenai tata cara pengajuan modal, manajemen arus kas, serta komitmen menyelesaikan kewajiban kredit secara terukur dan disiplin.
Kedua, transformasi digital usaha, dengan materi mengenai integrasi sistem pembayaran nontunai seperti QRIS, aplikasi pencatatan keuangan digital, serta pemanfaatan digital footprint untuk memperkuat profil kelayakan kredit (creditworthiness).
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu pengusaha UMKM tidak hanya memperoleh akses modal, tetapi juga memiliki tata kelola usaha yang lebih tertib dan mampu membangun rekam jejak usaha yang kredibel.
Akan Dilanjutkan dengan FGD
Sebagai tindak lanjut kegiatan, tim peneliti Unhas bersama PLUT Sulsel mengagendakan Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan berbagai kendala nyata yang dihadapi pengusaha UMKM di lapangan.
FGD tersebut juga akan menjadi ruang evaluasi sekaligus penyusunan pola pendampingan lanjutan yang lebih tepat sasaran.
Melalui Senin Ceria: Creative, Kolaboratif, dan Adaptif, kolaborasi Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, PLUT Sulsel, dan Unhas diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan.
Dengan penguatan literasi keuangan, akses pembiayaan, serta digitalisasi, pengusaha UMKM Sulsel diharapkan semakin bankable, adaptif, berdaya saing, dan siap naik kelas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
