PORTAL MEDIA. ID, MAKASSAR — Kelompok pembudidaya ikan warga keramba apung di Balang Baru, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, berharap adanya bantuan dari Gubernur Sulsel untuk menangani kenaikan harga makanan ikan.
Sebab salah satu kendala mengembangkan budidaya ikan warga, adalah persoalan pakan. “Kendala yang ada saat ini, yaitu harga pakan yang mahal. Sehingga meminta mungkin bisa dibantu mesin pembuatan pakan,” kata pembudidaya ikan keramba apung, Marfuah.
Termasuk kata dia penambahan bibit agar usaha kelompok pembudidaya ikan tersebut dapat meningkat.“Untuk bibit mungkin kami bisa dibantu sekira 30 ribuan bibit,” tambahnya.
Baca Juga : Kota Makassar Raih Penghargaan Nasional Skrining Bayi Baru Lahir Terbaik 2025
"Ikan di sini Pak Gub, produksi ikan konsumsi dan hias, seperti nila, bawal, gurame dan koi,” tambahnya.
Selain itu, warga setempat berharap ada taman baca di lokasi tersebut, yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak mereka.
Unek-unek ini disampaikan warga saat Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman meninjau langsung usaha perikanan warga, Minggu, 2 Oktober 2022.
Baca Juga : DKP Sulsel Bangun 1.657 Unit Apartemen Ikan, Proyeksi Nilai Ekonomi capai Rp209 Miliar
Usaha bersama yang dimulai sejak 2016 ini telah memiliki sekitar 100 keramba. Dengan produksi ikan konsumsi dan hias.Ikan yang diproduksi pembeli datang membeli atau pembudidaya menjual langsung.
Sementara itu, Gubernur menyatakan kesannya yang baik terhadap usaha rakyat untuk membudidayakan ikan.“Ini ikannya banyak, dijual ke mana saja?” Tanya Andi Sudirman.
Sementara itu terkait permintaan agar pembudidaya dibantu mesin pembuat pakan disetujuinya. Sebab menurutnya, pakan yang dibuat langsung oleh pembudidaya selain lebih hemat juga lebih baik untuk ikan.
Baca Juga : Momentum Peringatan 356 Sulsel, Andi Sudirman Tampilkan Bukti Nyata Efisiensi Rp1,4 Triliun dan Pemerataan
"Kalau pakan yang diolah perkembangan ikan lebih bagus, dia lebih sehat. Seperti sayur (sisa) ini bagus," ujarnya.
Sedangkan untuk bantuan benih dapat disediakan dari instalasi perbenihan yang dimiliki Pemprov.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Keluatan dan Perikanan (DKP) Sulsel, Suhartono Nurdin menyebutkan selain Kabupaten Wajo yang banyak mengembangkan keramba apung, di Kota Makassar juga demikian.
Baca Juga : Mendagri Tito Karnavian Tekankan Penguatan Ekonomi Daerah dan Stabilitas Keamanan di Sulsel
“Kalau karamba Makassar yang banyak dan Danau Tempa di Wajo juga ada karamba model begini. Ini cocok karena aliran sungainya tidak terlalu deras,” sebutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News