PORTALMEDIA.ID, JAKARTA – PT Telkom Indonesia Persero (Tbk) (Telkom) resmi mengantongi persetujuan pemegang saham independen untuk melakukan pemisahan aset dan bisnis (spin-off) wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia).
Keputusan ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RPUPSLB) yang digelar secara daring, Rabu (30/9).
Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menyatakan, aksi korporasi ini merupakan tonggak penting dalam strategi TLKM 30 untuk mempercepat transformasi Telkom dari Operating Holding menuju Strategic Holding dengan model HoldCo-OpCo.
"Spin-off ini memberikan ruang dan fleksibilitas bagi InfraNexia untuk berkembang lebih optimal, sekaligus memastikan transformasi memberikan dampak nyata terhadap value creation dan kontribusi bagi ekosistem digital Indonesia," ujar Nanang.
Transaksi afiliasi yang mengacu pada POJK No. 42/POJK.04/2020 ini ditandai dengan penandatanganan akta pemisahan (deed of spin-off) tahap 2 di Telkom Landmark Tower, Jakarta.
Melalui tahapan ini, lebih dari 90% aset infrastruktur jaringan Telkom resmi dikonsolidasika ke InfraNexia dengan total nilai transaksi mencapai sekitar Rp85,7 triliun.
Cakupan aset tersebut meliputi sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optic, termasuk 26.000 km Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik.
Dengan skala tersebut, InfraNexia, yamg dikomandoi oleh Lukman Hakim Abd. Rauf sebagai Direktur Utama diarahkan menjadi penyedia infrastruktur digital berbasis wholesale yang mengusung prinsip carrier-neutral dan open-access.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menambahkan, konsolidasi ini memperluas kolaborasi nasional guna menghadirkan fondasi bagi pertumbuhan mitra dan layanan digital.
Sementara itu, Dirut InfraNexia Lukman Hakim menegaskan kesiapan perusahaan mengembangkan jaringan nasional sebagai AI Ready Infrastructure yang terbuka dan terintegrasi untuk mendukung kebutuhan cloud, data center, hingga inovasi AI di masa depan.
Selain menyetujui spin-off, RUPSLB juga merombak susunan pengurus untuk memperkuat tata kelola dan mendukung agenda transformasi TLKM 30. Berikut susunan Dewan Komisaris dan Direksi Telkom terbaru:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Angga Raka Prabowo
Komisaris: Ossy Darmawan
Komisaris: Rizal Mallarangeng
Komisaris: Edwin Hidayat Abdullah
Komisaris Independen: Rofikoh Rokhim
Komisaris Independen: Anthony Leong
Komisaris Independen: Deswandhy Agusman
Komisaris Independen: Ira Noviarti
Jajaran Direksi
Direktur Utama: Nanang Hendarno
Direktur Enterprise & Business Service: Veranita Yosephine
Direktur Human Capital Management: Willy Saelan
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Arthur Angelo Syailendra
Direktur Network: Budi Satria Dharma Purba
Direktur Strategic Business Development & Portfolio: Seno Soemadji
Direktur Wholesale & International Service: Radita Ali Putra
Direktur IT Digital: Kharim I. G. Siregar
Direktur Legal & Compliance: Andy Kelana
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

