PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance, BEI: ADMF) menandai Operational Day 1 (OD1) sebagai tahapan penting penyatuan operasional setelah penggabungan dengan PT Mandala Multifinance Tbk (Mandala Finance).
Momen ini menjadi bagian dari kesiapan perusahaan untuk menjalankan operasional sebagai satu organisasi melalui Adira One, sekaligus pondasi untuk memperkuat layanan ke depan, setelah penggabungan efektif secara hukum pada 1 Oktober 2025.
Sejak efektif secara hukum, penyelarasan sistem teknologi informasi, proses bisnis, jaringan, organisasi, dan layanan pelanggan dilakukan secara bertahap.
Dalam kegiatan Mini Gathering yang digelar di Kantor Adira Jalan Pelita Raya, Kota Makassar, Kamis (15/10), Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, mengungkapkan makna di balik OD1 tersebut.
"Jadi sejak tahun lalu, secara identitas legal itu sudah menyatu. Nah sekarang setelah integrasi secara legal, kita integrasi secara operasional, tanggal ini makanya kami menandai sebagai Operational Day 1," ujar Made.
Menurutnya, operasional merger ini adalah integrasi menyeluruh. "Jadi apa itu operational merger? Ini adalah integrasi dari proses bisnis, jaringan organisasi, dan yang paling penting kapabilitas perusahaan. Kita gabungkan kedua perusahaan ini yang memang unik di masing-masing perusahaan awalnya," jelasnya.
Ia menegaskan, penggabungan ini bukan hanya soal Adira, melainkan bagaimana memberikan pelayanan dan jangkauan yang lebih luas kepada nasabah.
"Operasional merger ini juga ikut memperbaiki layanan, cakupan, dan kualitas dari Adira kepada lebih banyak konsumen di seluruh Indonesia. Kami percaya merger ini akan bermanfaat kepada konsumen, karena dengan menyatukan kekuatan, produk kami jadi lebih luas, jumlah cabang lebih banyak, sehingga kita bisa di posisi yang sangat lebih bagus untuk pengembangan lebih lanjut. Jadi ini bukan akhir dari perjalanan, tapi baru awal," ungkap Made.
Made juga menyebut Mandala membawa keunikan bagi Adira, terutama kekuatannya di Indonesia Timur.
Pengalaman Mandala Finance dalam melayani masyarakat di Indonesia Timur dan kota-kota kecil disebut dapat melengkapi jaringan serta kapabilitas Adira Finance.
Penyatuan tersebut dianggap dapat membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas layanan otomotif, multiguna, dan syariah, sekaligus mengembangkan layanan digital yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
"Mandala itu kuat di Indonesia Timur, kita sebut Indotim. Adira punya wilayah Sutan dan Pasima, kita cover dengan 2. Nah itu tentu kita akan mapping ulang semoga kita bisa ekspansi lagi, sehingga penetrasinya lebih tajam lagi, lebih baik lagi. Karena salah satu yang disasar Indonesia adalah pelayanan keuangan, inklusi keuangan perlu ditingkatkan terutama di daerah-daerah luar Jawa," tambahnya.
Sebagai anak perusahaan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) dan bagian dari grup Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG), Adira Finance memiliki landasan untuk memperkuat kolaborasi layanan pembiayaan dan perbankan. Melalui sinergi tersebut, perusahaan ingin menghadirkan solusi keuangan yang lebih menyeluruh.
Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Nobuya Kawasaki, menyambut baik pencapaian tersebut.
"Kami menyambut baik pencapaian Operational Day 1 sebagai langkah penting yang memperkuat Adira Finance setelah penggabungan Mandala Finance. Dengan kapabilitas dan jaringan yang semakin kuat, Adira Finance memiliki peluang yang lebih besar untuk menjangkau masyarakat di berbagai daerah dan memenuhi kebutuhan pembiayaan yang semakin beragam. Kami percaya sinergi antara Adira Finance, Danamon, dan MUFG akan semakin memperkuat kemampuan kami dalam menghadirkan solusi keuangan yang holistik bagi seluruh nasabah," ujar Kawasaki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

