0%
Minggu, 25 Oktober 2026 17:32

Singapura Tanggapi Santai Pemangkasan Ekspor Gas Indonesia: Hanya 2 Persen Kebutuhan Harian

Editor : Agung
Singapura Tanggapi Santai Pemangkasan Ekspor Gas Indonesia: Hanya 2 Persen Kebutuhan Harian
ist

Juru bicara EMA menyebutkan bahwa volume gas yang dipangkas Indonesia mencapai 31 juta kaki kubik standar gas per hari (billion British thermal unit per day/BBTUD). Jumlah tersebut diperkirakan kurang dari 2 persen dari total konsumsi harian Singapura yang melebihi 1.000 BBTUD.

PORTALMEDIA – Otoritas Pasar Energi Singapura (Energy Market Authority/EMA) menanggapi langkah Pemerintah Indonesia yang memangkas pasokan ekspor gas bumi ke negaranya. EMA menilai volume pengurangan tersebut tidak berdampak signifikan terhadap ketahanan energi nasional.

Juru bicara EMA menyebutkan bahwa volume gas yang dipangkas Indonesia mencapai 31 juta kaki kubik standar gas per hari (billion British thermal unit per day/BBTUD). Jumlah tersebut diperkirakan kurang dari 2 persen dari total konsumsi harian Singapura yang melebihi 1.000 BBTUD.

"Ini kurang dari 2 persen dari total kebutuhan gas harian kami yang melampaui 1.000 BBTUD," ujar juru bicara EMA dikutip dari CNA.

EMA juga memahami bahwa pihak importir akan menempuh langkah-langkah yang diatur dalam kontrak kerja sama terkait dinamika pasokan tersebut.

Untuk mengantisipasi potensi defisit pasokan, EMA telah menyiapkan rencana kontinjensi. Otoritas menjelaskan bahwa fluktuasi pengurangan pasokan antara 20 hingga 100 BBTUD akibat pemeliharaan fasilitas telah terbiasa ditangani dalam beberapa bulan terakhir.

Kebutuhan energi disebut tetap aman berkat diversifikasi sumber gas dan kesiapan impor gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) melalui Singapore GasCo. Selain itu, regulasi setempat mewajibkan setiap pembangkit listrik untuk menjaga cadangan bahan bakar darurat, termasuk minyak solar.

Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) resmi mengurangi volume ekspor gas pipa ke Singapura mulai Sabtu (24/10/2026). Pengurangan tersebut berasal dari pasokan wilayah Natuna sebesar 15 BBTUD dan Sumatra sebesar 16 BBTUD.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan kebijakan ini diterapkan guna mengoptimalkan pemanfaatan gas untuk kebutuhan domestik.

"Mulai besok (Sabtu), kita kurangi gas ke Singapura dari Natuna 15 BBTUD, dari Sumatra 16 BBTUD," tutur Djoko di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar