0%
Senin, 03 Oktober 2022 18:46

Vale Indonesia Ajak Siswa SD dan SMP di Lutim Cinta Organik Lewat Program PSRLB

Editor : Redaksi
Vale Indonesia Ajak Siswa SD dan SMP di Lutim Cinta Organik Lewat Program PSRLB
ist

PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) melalui Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) mengkampanyekan Gerakan Dini Cinta Organik (GDCO) kepada para siswa SD dan SMP di empat kecamatan wilayah pemberdayaan yakni Malili, Wasuponda, Towuti dan Nuha.

PORTALMEDIA.ID, LUTIM – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) melalui Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) mengkampanyekan Gerakan Dini Cinta Organik (GDCO) kepada para siswa SD dan SMP di empat kecamatan wilayah pemberdayaan  yakni Malili, Wasuponda, Towuti dan Nuha.

Melalui kegiatan kampanye tersebut, para siswa dan juga guru diberikan pemahaman tentang budidaya pertanian dengan metode organik.

Salah satu ciri metode budidaya tanaman organik, disampaikan Koko selaku konsultan program PSRLB dari PT Vale yaitu menggunakan pupuk organik (kompos), pestisida nabati, mikroorganisme lokal (MOL), dan memperhatikan pengelolaan agroekosistem yang holistik.

Baca Juga : Dukung Mitigasi Perubahan Iklim, Telkomsel Tanam Seribu Mengrove di Pangkep

Dalam kegiatan yang berlangsung di SMP Islam Wasuponda, Senior Koordinator Program Pemberdayaan Masyarakat PT Vale, Iskandar Ismail mengatakan,  sistem pertanian organik sangat baik untuk meningkatkan hasil produksi pertanian, selain itu dari sisi kesehatan juga sangat baik.

“Bahan kimia sintetis dalam pertanian, jika digunakan dengan jangka waktu yang lama dapat menyebabkan berbagai kerusakan seperti tercemarnya lingkungan yang dapat merusak ekosistem misalnya pencemaran air, udara, degradasi lahan, bahkan memusnahkan makhluk hidup lainnya,”ungkap Iskandar dalam siaran pers yang diterima Portal Media, Senin (3/10/2022).

Selain itu, lanjut Iskandar, hasil pertanian yang menggunakan input bahan kimia sintetis beresiko lebih besar  bagi kesehatan manusia.

Baca Juga : KPK Periksa 12 Saksi Kasus Dugaan Gratifikasi dan TPPU CSR BI-OJK

“Maka perlu adanya pengetahuan mengenai pertanian organik sejak dini, sehingga dapat berpartisipasi dalam menjaga keseimbangan alam dan pertanian berkelanjutan,” tambahnya.

Dia menuturkan, tujuan kampanye Gerakan Dini Cinta Organik dilakukan di sekolah diharapkan mampu membentuk karakter siswa agar mampu menjaga lingkungan alam dan sekitarnya, yang dimulai dari lingkungan sekolah. Hal tersebut juga diharapkan dapat diterapkan di rumah mereka masing-masing dan juga di masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan sinergi bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Timur dan seluruh perangkat Sekolah terkait. Semoga kedepan ada peluang meningkat kekurikulum muatan lokal misalnya. Sekolah juga akan punya nilai plus yakni dalam mempersiapkan Sekolah Adiwiyata (berwawasan lingkungan) ,”pungkasnya.

Baca Juga : Vale Indonesia Perkuat Komitmen Pertambangan Berkelanjutan

Sementara itu Haeriah, salah satu guru di SD Sinongko Wasuponda, mengaku bersyukur  karena siswanya mendapatkan pemahaman mengenai organik. "Kami akan berupaya untuk menerapkan kebiasaan-kebiasaan baik yang sudah diajarkan pemateri  dalam Gerakan Dini Cinta Organik di sekolah kami. Salah satunya dengan memilah sampah organik dan non organik," ungkapnya.

Gerakan Dini Cinta Organik berfokus pada kegiatan bertani organik seperti sayuran dan tanaman berkhasiat obat di Halaman sekolah dengan memanfaatkan sampah organik yang tersedia di Sekolah sebagai sumber nutrisi bagi tanaman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar