0%
Sabtu, 08 Oktober 2022 08:28

Serangan Militer AS di Suriah Bunuh Tiga Pemimpin ISIS

Editor : Azis Kuba
Serangan Militer AS di Suriah Bunuh Tiga Pemimpin ISIS
ist

Serangan yang dianggap berhasil tersebut telah menjadi pencapaian yang meningkat dari para militer AS.

PORTALMEDIA.ID -- Pasukan Amerika Serikat (AS) mengklaim telah melakukan operasi militer di Suriah, meliputi dua serangan besar yang menewaskan tiga tokoh besar senior ISIS.

Serangan ini disebut merupakan pukulan berat bagi ISIS, sebab tokoh utama mereka yang sangat berpengaruh dalam memfasilitasi penyelundupan senjata, merencanakan serangan, serta merekrut pejuang kini telah tewas terbunuh.

Seperti dimuat New York Time, operasi khusus tersebut diluncurkan pada Kamis pagi (6/10/2022) waktu setempat yang memang telah menargetkan tokoh penting di dalam organisasinya.

Baca Juga : Amerika Serikat Resmi Serang Iran, Bombardir Tiga Situs Nuklir

“Serangan ini akan menurunkan kemampuan ISIS untuk mengacaukan kawasan dan menyerang pasukan dan mitra kami,” kata Kepala Komando Pusat, Jenderal Michael E. Kurilla.

Sementara itu menurut Direktur Suriah dan Penanggulangan Terorisme dan Ekstremisme di Institut Timur Tengah di Washington, Charles Lister, mengatakan serangan yang dianggap berhasil tersebut telah menjadi pencapaian yang meningkat dari para militer AS.

Tokoh yang pertama terbunuh adalah Rakkan Wahid al-Shammri, seorang pejabat ISIS yang dikenal sering memfasilitasi penyelundupan senjata dan pejuang untuk mendukung operasi ISIS. Ia terbunuh ketika Pasukan Khusus AS turun dari helikopter di timur laur Suriah, dan kemudian membunuh pejabat tersebut.

Baca Juga : Jika Amerika Serikat Ikut Campur Perang Israel vs Iran, Trump Bisa Tamat

Beberapa jam kemudian, seorang wakil pemimpin ISIS di Suriah dan seorang pria yang bertanggung jawab atas urusan tahanan kelompok itu juga tewas dalam serangan pesawat tak berawak (drone) AS di utara negara itu, kata seorang pejabat senior militer AS.

“Membunuh wakil emir (pemimpin) ISIS untuk Suriah adalah pencapaian yang signifikan mengingat, Suriah jelas merupakan tempat ISIS menginvestasikan sumber dayanya paling banyak akhir-akhir ini,” kata Charles Lister.

Beberapa analis kontraterorisme menyatakan bahwa serangan Amerika dilakukan setelah para militer AS memiliki bukti tentang lokasi para pemimpin ISIS, yang dikumpulkan dalam penyisiran di Al Hol, termasuk informasi yang diperoleh dari interogasi yang dilakukan oleh para operator ISIS yang telah ditangkap.

Baca Juga : 87 Mahasiswa Indonesia Terancam Dideportasi Akibat Kebijakan Trump, Pemerintah Bergerak

Menurut pernyataan dari Pentagon, tidak ada pasukan AS yang dilaporkan terluka atau terbunuh selama operasi tersebut, tidak ada warga sipil yang juga terbunuh atau terluka, dan tidak ada kehilangan atau kerusakan yang terjadi pada peralatan militer milik AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar