0%
Selasa, 11 Oktober 2022 11:52

China Gunakan Teknologi Artificial Intelligence untuk Batasi Kritik Warga

Editor : Azis Kuba
artificial intelligence (AI) (ilustrasi)
artificial intelligence (AI) (ilustrasi)

Beijing memiliki kendali penuh pada peredaran informasi dan dapat memaksa perusahaan internet untuk membocorkan data pelanggan kepada pemerintah.

PORTALMEDIA.ID -- China telah memanfaatkan kemampuan teknologi tingginya untuk melakukan pengawasan dan pembatasan opini terhadap warganya sendiri. Salah satunya dengan penggunaan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Merujuk pada UU Keamanan Nasional, Beijing memiliki kendali penuh pada peredaran informasi dan dapat memaksa perusahaan internet untuk membocorkan data pelanggan kepada pemerintah.

"Siapa pun yang mengecam China atas kebijakannya akan dibungkam dan mereka yang mengakuinya akan dihadiahi gaya hidup yang nyaman, aman," jelas aturan tersebut seperti dimuat The Hongkong Post pada Senin (10/10/2022).

Baca Juga : China Nilai Serangan AS ke Venezuela Langgar Hukum Internasional

Dimuat ANI News, perusahaan raksasa China seperti Alibaba dan Tencent yang memiliki begitu banyak data pengguna internet, bahkan tidak segan untuk membocorkan semua data pelanggan kepada pemerintah.

Alibaba menciptakan platform cloud yang disebut City Brain di kota asalnya, Hangzhou. AI itu digunakan untuk mengontrol beberapa operasi penting, termasuk lalu lintas, penggunaan listrik, dan pengiriman layanan kesehatan.

Pemerintah bahkan telah menaruh sekitar 200 juta kamera CCTV dari sistem Skynet pada 2019, dengan jumlah yang empat kali lebih banyak dari yang ada di AS. Kota Chongqing, Shenzhen, dan Shanghai adalah paling banyak mendapatkan pengawasan.

Baca Juga : Beijing-Tokyo Memanas, 500 Ribu Tiket Penerbangan China ke Jepang Dibatalkan!

Presiden China Xi Jinping juga mampu membayar banyak karyawan untuk bekerja berjam-jam dan mengoperasikan mesin untuk melacak aktivitas banyak orang.

Karena kecanggihan AI-nya, China mengklaim telah mengimpor produk pengawasannya ke berbagai negara.

Menurut penelitian Sheena Greitens di University of Texas, lebih dari 80 negara di seluruh dunia, termasuk beberapa negara demokrasi, telah membeli perangkat pengawasan polisi China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar