Panelis berikutnya yakni President of the Central Electoral Commission of Spain Miguel Colmenero Menendez de Luarca dan Justice of the Electoral Justice Tribunal of Honduras Miriam Suyapa Barahona, sama-sama menyoroti seleksi para hakim terkait independensi peradilan.

Menurut Miriam, independensi yudisial perlu ada syarat mendasar, yang berkonsekuensi tidak ada tumpang tindih dari politik. Ini hal penting supaya bisa menjadi tujuan utama agar independensi ini bisa membangun negara demokratis dibawah hukum.
“Saya punya ide, pengangkatan seseorang di badan pemilu atau peradilan itu bisa dilihat bukan dari latar belakang ideology, kepentingan parpol. Jadi kita harus memhamai posisi di jabatan pemilu bukan jabatan politik. Disini kita memastikan untuk mencoba mengadopsi langkah-langkah untuk membangun kepercayan public dan membuat badan-badan ini berfungsi baik. Kalau kita punya AD ART yang benar untuk menjaga independesi mereka, tapi kadang praktinya tidak terjadi,” imbuh Miguel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
