PORTAL MEDIA.ID, PANGKEP-- Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pangkep, Sulfida mengungkapkan realisasi nilai investasi di Pangkep mencapai Rp1,5 trilyun. Angka ini kata Sulfida melampui target provinsi Sulsel sebesar Rp250milyar.
"Jadi, kita sudah melampaui taget provinsi. Kita ada diurutan empat,"ujar Sulfida pada kegiatan bimbingan teknis(bimtek) dan sosialisasi impelementasi pengawasan usaha berbasis risiko, di Aula Mattampa Inn, Selasa(25/10/22).
Lanjut Sulfida mengatakan bimtek ini melibatkan pelaku usaha UMKM khususnya garam dan pelaku usaha lainnya, termasuk juga terlibat pemerintah kelurahan dan kecamatan.
Baca Juga : UMKM Sulsel Didorong Kuasai Pasar Digital, Kadiskop UKM: Jangan Hanya Jadi Penonton!
"Acara hari ini kegiatan Bimtek terkait OSS-RBA dan laporan kegiatan pelaksanaan penanaman modal. Disini terlibat ,"ujarnya.
Melalui pelatihan ini lanjutnya, diharapkan pelaku usaha khususnya usaha garam yang belum memiliki nomor induk berusaha(NIB) agar segera menerbitkannya.
"Semua masyarakat bisa mengkases sendiri NIBnya melalui OSS-RBA. Dengan adanya bimtek ini, diharapkan juga dapat melaporkan dengan rutin LKPMnya perbulan agar kami bisa mendata berapa nilai invetasi di Pangkep,"katanya.
Baca Juga : Penghapusan KUR Ditunggu UMKM, DPR Minta Pemerintah Percepat Regulasi
Bimtek impelementasi pengawasan usaha berbasis risiko dibuka langsung oleh Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL). Melalui pelatihan ini MYL berharap, para pelaku usaha memiliki nomor ijin berusaha(NIB).
"Sekarang sudah berbasis online, jadi sangat memudahkan untuk mengurus perijinan. Tahun ini Pemkab Pangkep juga hadirkan mall pelayanan publik, seluruh perizinan InsyaAllah kita masukkan dalam satu gedung itu,"katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News