0%
Minggu, 10 Juli 2022 23:59

Total 35 Jemaah Haji Indonesia Meninggal, Tim Kesehatan Tambah Personel EMT

Editor : Rasdiyanah
Petugas kesehatan haji sedang menangani jemaah haji Indonesia yang sakit. Foto: dok Kemenkes
Petugas kesehatan haji sedang menangani jemaah haji Indonesia yang sakit. Foto: dok Kemenkes

Hingga Minggu (10/7/2022) Kemenag merilis sebanyak 35 Jamaah Haji Indoensia meninggal dunia. 7 di antaranya wafat usai wukuf, Mengantisipasi bertambahnya jemaah yang wafat Tim Kesehatan menambah personel EMT.

PORTALMEDIA.ID - Jemaah haji Indonesia yang wafat mencapai 35 orang hingga Minggu (10/7/2022). 7 orang di antaranya, wafat usai wukuf di Arafah.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Budi Sylvana meminta kepada ketua kloter hingga ketua rombongan untuk mengawal dan menjaga jemaahnya yang melaksanakan prosesi lempar jumrah di jumarat.

"Banyak jemaah tersasar sepanjang jalur jumarat. Selain kesasar, jemaah juga kelelahan dan dehidrasi," kata Budi di Mina, dikutip dari liputan6.com, Minggu (10/7/2022). 

Baca Juga : Virus HMPV Melonjak di China, Kemenkes Imbau Warga Waspada

Dia mengatakan, pihaknya telah menambah jumlah personel EMT untuk mengantisipasi banyaknya jemaah yang kelelahan.

"Kita tambah 20 orang yang bergerak masuk setengah jam ke terowongan untuk menyisir jemaah yang kelelahan," kata dia.

Dia pun mengingatkan ketua kloter dan rombongan untuk memberikan edukasi ke jemaah supaya lempar jumrahnya dibadalkan bila kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk lempar jumrah sendiri. Terutama bagi mereka yang lansia dan memiliki komorbid.

Baca Juga : Kemenag dan Kemenkes Susun Rencana Kebutuhan Obat dan Vaksin Haji 2025

"Komorbid bisa timbul penyakit, jalan kaki 7 kilo hari ini (dari tenda ke tempat lempar jumrah), 7 kilo besoknya, dan 7 kilo lagi di hari ketiga. Dibadalkan, haji tetap sah," kata dia.

Budi menegaskan, critical periode muncul di Arafah sampai hari ketiga lempar jumrah di Mina. Di mana banyak jemaah yang mengalami puncak kelelahan.

Ia menambahkan, jemaah yang kelelahan dan dehidrasi harus diantisipasi sehingga tidak makin banyak yang berjatuhan di sepanjang jamarat. Apalagi tahun ini tidak boleh ada kendaraan masuk jumarat dan tidak boleh ada kursi roda kosong yang masuk.

Baca Juga : Cakupan PIN Polio di Maros Lampaui Target Kemenkes

"Pertolongan cepat hanya bisa dilakukan tim mobile EMT (Emergency Medical Team) yang bergerak bergelombang," kata Budi.

 

7 Meninggal Usai Wukuf 

Sementara itu, Laporan dari Kementerian Agama (Kemenag) pada Minggu (10/7/2022) menyebutkan, satu jemaah wafat di 1 Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, dan enam lainnya di KKHI Mina.

7 jemaah yang wafat tersebut adalah:

  1. Indra Saksti Lubis (9 Juli 2022/MES-4/KKHI Mina)
  2. Ngatminah Moenali Yusuf (9 Juli 2022/SUB-36/KKHI Mina)
  3. Romadhon Masrukin Mukharor (9 Juli 2022/SOC-7/KKHI Mina)
  4. Titik Andayani Suwadi (9 Juli 2022/SUB-36/KKHI Makkah)
  5. Karno Karto Sido (9 Juli 2022/SUB-6/KKHI Mina)
  6. Giri Sadmoko Dirdjopoespito (9 Juli 2022/JKS-21/KKHI Mina), dan
  7. Makhulah Samian Pirak (8 Juli 2022/SUB-4/KKHI Mina).

Baca Juga : Kemenkes Ungkap 5 Daerah di Indonesia Dengan Kasus DBD Tertinggi

Kemudian, jemaah yang sedang dirawat 184 orang terdiri dari 171 jemaah dirawat di KKHI Makkah dan 13 di rumah sakit pemerintah Arab Saudi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar