0%
Jumat, 04 November 2022 10:44

Sayangkan Pernyataan Ade Armando Soal Suara Umat Kristen, Begini Respons PSI

Editor : Azis Kuba
Ade Armando (SS youtube)
Ade Armando (SS youtube)

Ade Armando: Bila Suara Umat Kristen Terbelah, Anies Akan Menang

PORTALMEDIA.ID -- Pernyataan pegiat media sosial Ade Armando kembali menuai pro dan kontra. Kali ini terkait soal pernyataannya di dalam video yang diunggah di YouTube CokroTV dengan judul 'Ade Armando: Bila Suara Umat Kristen Terbelah, Anies Akan Menang'.

Dalam video tersebut, Ade Armando menyebut bahwa suara pemilih Kristen akan menjadi penentu utama hasil pemilihan presiden dan kemungkinan Anies Baswedan terpilih jadi presiden.

"Kalau umat Kristen kompak, Anies akan gagal. Sekarang semua bergantung pada umat Kristen. Kekompakan pemilih Kristen akan menentukan apakah pada akhirnya Indonesia akan dipimpin Anies atau Ganjar," ujar Ade Armando dalam video yang diunggah CokroTV pada 1 November 2022.

Baca Juga : Berubah Jadi Parpol, Gerakan Rakyat Usung Anies Baswedan

Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua DPW PSI DKI Jakarta Michael Victor Sianipar menyayangkan narasi yang dibangun Ade Armando itu. Menurut dia, narasi yang berbau SARA itu bisa menyulut perpecahan antar umat beragama di Indonesia.

“Saya sangat menyayangkan narasi pecah belah ini. Sebagai seorang nasionalis dan seorang Kristen, saya merasa apa yang disampaikan Ade Armando berpotensi menyulut perpecahan antar umat beragama,” ujar Michael dalam keterangannya, Kamis (3/10/2022).

Michael meyakini setiap warga negara punya hak menentukan pilihannya sendiri. Narasi yang seolah menggiring kelompok agama tertentu ke arah politik tertentu seperti yang disampaikan Ade, justru membuat situasi politik menjadi panas dan menumbuhkan rasa tidak percaya antar unsur masyarakat.

Baca Juga : Muda Bergerak Sulsel Ajak Pemuda Bersatu Menggerakkan Perubahan

“Pilpres masih jauh, tolong jangan bangsa ini sengaja disulut agar panas dan meruncing dari sekarang. Ada orang-orang yang merasa dirinya paling nasional di republik ini, tapi malah mereka yang sering menggunakan narasi perpecahan dan politik identitas. Tolong introspeksi diri, dan jangan menebar narasi kebencian dan mengakibatkan perpecahan bangsa yang berkepanjangan,” kata Michael.

Michael berharap Ade Armando segera meralat pernyataannya itu dan meminta maaf kepada masyarakat. Tak hanya itu, Ade Armando juga harus berjanji untuk tidak sembarangan dalam membuat pernyataan.

“Saya kenal Bang Ade sudah lama, saya sayangkan pernyataan Beliau. Saya harap Bang Ade bisa mengakui dan meralat, dan agar ke depan tidak lagi mengeluarkan pernyataan yang tidak sensitif seperti ini,” kata Michael.

Baca Juga : Anies Kritik Presiden Tak Hadir di PBB: Indonesia Seperti Warga RT yang Tak Pernah Rapat

Michael meminta para elite untuk berkomitmen menjaga persatuan. Pilihan politik yang berbeda jangan dibesarkan menjadi pemisah dalam kehidupan bermasyarakat. Para opinion leader dan elit politik perlu lebih bijak menyampaikan pendapatnya agar tidak menyulut masyarakat.

“Kalau benar kita sama-sama sayang bangsa ini, jangan kita pancing perpecahan dengan kalimat-kalimat yang mudah disalah artikan. Banyak orang yang melihat perkataan dan perbuatan kita, apalagi kita yang sering menjadi influencer di media dan ranah publik. Kita harus bisa menjadi contoh yang baik dan bijak berbicara,” tutup Michael.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar