0%
Rabu, 09 November 2022 19:06

Covid di Indonesia Kembali Melonjak, Menkes Sebut karena Serbuan Tiga Subvarian Baru

Editor : Rasdiyanah
Menkes Budi Gunadi. Foto: ist
Menkes Budi Gunadi. Foto: ist

Menkes menyebutkan melonjaknya kasus Covid-19 belakangan ini, disebabkan serbuan tiga varian baru. Ia mengingatkan masyarakat untuk segera melakukan vaksin dan tetap menggunakan masker.

PORTALMEDIA.ID, SURABAYA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia akhir-akhir ini disebabkan oleh munculnya tiga subvarian baru.

"Jadi memang sekarang kasusnya naik disebabkan varian baru. Varian baru ada tiga, BA2.75, XBB dan BQ1. Yang banyak di Indonesia adalah BQ1, banyak di Eropa dan Amerika dan varian XBB ada di Singapura," katanya di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur, dikutip dari republika.co.id, Rabu (9/11/2022).

Ia menyatakan bahwa subvarian baru itu memang ciri-cirinya ialah penularannya cepat sehingga mengakibatkan ada lonjakan kasus.

"Orang sudah divaksin, sudah kena, cepat juga tertular. Dan masuk RS (rumah sakitnya) juga sedikit di atas BA2.75 bulan Agustus kemarin," katanya.

Saat ini, kata dia, yang dirawat mencapai 24 ribu pasien. Kondisi berat ada 10 ribu pasien dan yang meninggal dunia ada 1.300 orang sejak Oktober 2022.

Baca Juga : Kasus Covid-19 Meningkat, Kemenkes Imbau Jemaah Haji Waspada dan Jaga Kesehatan

"Itu untuk yang berat saya kaget, 40 persen belum vaksin atau 70 persen belum booster. Yang meninggal dari 1.300 itu 50 persen belum vaksin dan 80 persen belum booster," katanya.

Menkes memprediksi, kasus Covid-19 di Indonesia akan terus melonjak. Dia mengakui kalau sekarang sudah masuk gelombang ketiga. Tapi, kasus-kasus terbanyak, apalagi yang subvarian baru, banyak ditemukannya di kota-kota besar.

"Kasus paling banyak ditemukan di Bali, Surabaya, Jakarta. Gelombangnya sudah mulai naik sekarang. Jadi dijaga dari sekarang," kata dia.

Menkes Ingatkan Vaksin dan Gunakan Masker

Baca Juga : Neymar Positif Covid-19

Melihat fakta itu, ia mengajak masyarakat yang belum melakukan vaksinasi booster untuk segera vaksin.

"Yang belum vaksin cepat vaksin. Kalau punya orang tua belum vaksin, paksa vaksin, belum booster, paksa di-booster," katanya.

Menurut dia, hal itu dikarenakan vaksinasi dan booster itu sangat mengurangi risiko masuk rumah sakit dan wafat.

Baca Juga : Usulan Pencopotan Menkes Budi Gunadi Menguat, Begini Respons Istana

"Dia akan tertular, tidak apa-apa tertular, tapi kalau dia divaksinasi, dia itu ringan. Jadi tolong cepat-cepat vaksinasi, dan yang sudah tapi belum booster, cepat di-booster," kata dia.

Selain vaksin, Menkes mengimbau masyarakat memperketat protokol kesehatannya lagi.

"Jadi saran saya, tetap pakai masker. Karena kasusnya lagi naik cepat sekarang. Dan yang belum divaksin, harus segera booster," demikian Budi Gunadi Sadikiin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar