PORTALMEDIA.ID -- Rusia diyakini akan melakukan provokasi, termasuk serangan rudal besar-besaran di Ukraina, selama berlangsungnya KTT G20 di Bali, Indonesia pada 15-16 November.
Jurubicara Komando Angkatan Udara Ukraina, Yuriy Ihnat mengungkap pihaknya telah memperkirakan serangan besar-besaran Rusia mengingat bulan sebelumnya juga telah terjadi hal demikian.
"Mereka tidak mampu untuk terus-menerus meluncurkan serangan besar-besaran seperti pada 10 Oktober. Pada bulan Oktober ada empat serangan rudal (besar-besaran), yang terbesar pada 10, 17, dan 23 Oktober," ujarnya, seperti dikutip euromaidanpress, Minggu (13/11/2022).
Baca Juga : Trump Putuskan Afrika Selatan Tak Masuk Daftar Undangan G20 di Miami
"Mereka menimbun. Peristiwa semakin dekat, terutama serangan (selama) KTT G20. Mereka sangat suka melakukan serangan provokasi akhir-akhir ini," lanjutnya.
Pada saat yang sama, Ihnat juga mencatat bahwa Rusia telah kehabisan cadangan misilnya.
Saat ini Moskow diyakini tengah menunggu untuk mengumpulkan beberapa kekuatan dan peralatan.
Baca Juga : Hadiri KTT G20, Gibran Soroti Pentingnya Ketahanan Pangan Indonesia
"Mereka sedang menunggu perusahaan mereka untuk memproduksi rudal tersebut, mungkin, Iskander dan Kh-101,” ucap Ihnat.
Pemerintah Rusia sendiri telah memastikan ketidakhadiran Presiden Vladimir Putin di Bali dalam KTT G20. Alih-alih, Putin akan digantikan oleh Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov. Meski begitu, Putin diperkirakan berpartisipasi secara daring dalam satu pertemuan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

