0%
Selasa, 15 November 2022 14:55

Bendera Belanda, Jepang dan Portugal Berkibar di Lorong Makassar, Tradisi Piala Dunia yang Berlangsung Sejak 1986

Penulis : Reza Rivaldi
Editor : Rahma
Suasana pemukiman padat penduduk yang dipasangi sejumlah bendera negara jelang Piala Dunia 2022 (Portal Media/Reza)
Suasana pemukiman padat penduduk yang dipasangi sejumlah bendera negara jelang Piala Dunia 2022 (Portal Media/Reza)

Tradisi warga Jalan Titang setiap piala dunia ini sudah berlangsung sejak 1986

PORTAL MEDIA, ID. MAKASSAR- Rumah-rumah warga di Jalan Titang, Kelurahan Barana, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dipenuhi bendera- bendera dari berbagai negara.

Menggunakan bambu dan pipa, bendera ini sengaja dikibarkan pemilik rumah sebagai simbol dukungan sang penghuninya telah memilih jagoannya pada pegelaran Piala Dunia 2022 yang akan berlangsung di Qatar pada 20 November mendatang.

Bendera negara yang difavoritkan berkibar bebas di setiap rumah warga. Mulai dari bendera Prancis, Brasil, Argentina, Portugal, Inggris, dan masih banyak lagi. Alhasil, kawasan padat penduduk itu nampak semarak dengan warna-warni bendera.

Baca Juga : Trofi Piala Dunia Sapa Indonesia

Dari pantauan Portalmedia, pada Selasa (15/11/2022) siang, beberapa bendara negara yang turut berkompetisi di gelaran Piala Dunia 2022 dipasang warga dengan batang bambu dan pipa di depan rumah mereka.

"Sudah lama kita pasang-pasang begini, yah untuk semarak memeriahkan piala dunia karena warga di sini suka menonton sama-sama. Nanti lebih ramai lagi, kalau sudah mau piala dunia dipasang layar baru kita warga nonton sama-sama," jelas Anwar salah satu warga yang ditemui di lokasi.

Anwar yang merupakan penggemar dari tim Spanyol dan Brazil itu telah memasang bendera tim kebanggannya itu sejak sepekan lalu.

Baca Juga : Tiket Piala Dunia Naik Gila-gilaan, Suporter Ngamuk!

Kata dia, warga di kawasan ini kerap melakukan kegiatan nonton bersama di dua tempat.

"Jadi nanti itu masing-masing itu kalau ada warga bersedia tempatnya dipakai, dipasang layar, biasa dua layar dipasang," ungkapnya.

Uniknya lagi, kata Anwar jika tim jagoan kalah, para warga dengan sendirinya akan menurunkan bendara jagoannya hingga setengah tiang.

Baca Juga : Kota Makassar Raih Penghargaan Nasional Skrining Bayi Baru Lahir Terbaik 2025

"Jadi ada aturannya kalau kalah jagoannya diturunkan setengah tiang. Ini dipasang selama piala dunia berlangsung," katanya.

Menurut informasi tradisi warga Jalan Titang ini sudah berlangsung sejak 1986, mereka menaikkan bendara setiap pegelaran pertandingan bola besar di seluruh dunia digelar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar