PORTAL MEDIA, ID. MAKASSAR -- Sekretaris Umum (Sekum) MUI Sulsel, Muammar Bakry meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel bersama dengan aparat penegak hukum untuk lebih kreatif melakukan pencegahan dan menindakan terhadap aksi kekerasan jalanan yang belakangan marak terjadi di sejumlah daerah.
Muammar Bakry menyebutkan aksi teror kerap terjadi di sejumlah wilayah di Sulsel, seperti Makassar, Gowa dan Maros.
Menurutnya maraknya aksi teror yang pelakunya rata-rata merupakan masih berusia remaja, sebab mereka tidak memiliki ruang untuk berkegiatan. Sehingga energi mereka disalurkan pada perilaku negarif dan merugikan masyarakat.
Baca Juga : Pemprov Sulsel Optimistis Tuntaskan Sengketa Aset Lahan Daerah pada 2026
Maka dari itu Muammar Bakry menjelaskan bahwa alangkah bagusnya para kaum milenial diberikan ruang untuk berkegiatan positif seperti lomba balap sepeda, hias telur, hingga permainan viral di Kota Makassar yakni katto-katto (Permainan bunyi-bunyian).
"Lomba apa saja yang disenangi oleh milenial ini termasuk lomba kreativitas membuat konten di Facebook mungkin itu menarik, atau lomba sekarang yang latto-latto itu katto-katto membuat lomba kreatif seperti itu sehingga menghilangkan pikiran-pikiran yang bisa menimbulkan negatif, karena kan kenapa mereka melakukan hal negatif karena kosong kegiatan," ungkapnya.
Pernyataan Muammar tersebut disampaikan saat MUI Sulsel mengeluarkan maklumat terkait maraknya aksi teror kekerasan jalanan yang terjadi di Kota Makassar maupun sejumlah daerah di Sulsel.
Baca Juga : Ratusan UMKM di Sulsel Dapat Bantuan Akhir Tahun dari Pemprov
Terdapat tiga poin yang menjadi maklumat MUI Sulsel, diantaranya haram memproduksi, membawa dan menggunakan senjata tajam, busur panah dan sejenisnya untuk meneror dan melukai orang lain.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Sulsel Prof Najamudin mengungkapkan perlu adanya kerjasama yang baik dari semua pihak dalam menangani para anak, remaja hingga dewasa yang terlibat dalam aksi teror dan perang kelompok.
"Perlu adanya kerja sama dari semua pihak, seperti orang tua, kepala lingkungan, camat, kepolisian hingga pemerintah untuk memberikan pemahaman," terangnya.
Baca Juga : Pemkab Pinrang Terima Bantuan Pemprov Sulsel untuk Korban Angin Kencang di Larinsang
MUI Sulsel berharap maklum ini dapat menjadi pedoman kepada pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News