0%
Rabu, 23 November 2022 10:11

BNPB Update Korban Gempa Cianjur 268 Meninggal, 122 Teridentifikasi

Editor : Rasdiyanah
Kondisi gempa Cianjur. Foto: ist
Kondisi gempa Cianjur. Foto: ist

Kepala BNPB mengumumkan korban jiwa Gempa Cianjur hingga saat ini telah mencapai 268.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Kepala BNPB Suharyanto menyatakan, per pukul 17.49 WIB, total korban gempa meningggal yang sudah ditemukan sebanyak 268 orang. Sementara itu, 122 yang baru teridentifikasi.

"Korban jiwa meninggal dunia sekarang ada 268. Dari 268 itu, yang sudah terindentifikasi siapa-siapanya ini sebanyak 122 jenazah," kata dia, dikutip dari liputan6.com, Selasa (22/11/2022).

Surhayanto menyebut pihaknya masih terus melakukan evakuasi dan pencarian terhadap korban hilang. Sehingga, kata dia. data korban akan senantiasa diperbarui secara berkala.

Baca Juga : BNPB Siapkan Tiga Alat Transportasi Udara Salurkan Logistik dan Evakuasi Korban Bencana di Luwu

"Kemudian di samping tadi 268, masih ada korban hilang sejumlah 151," kata dia.

Adappun Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut, sebanyak 14 posko pengungsian didirikan untuk memfasilitasi warga berjumlah 13.784 pengungsi yang terdampak gempa Cianjur berkekuatan 5,6 magnitudo. Menurutnya titik yang terdampak gempa luar biasa berada di Kecamatan Cugenang.

"Seluruh infrastruktur evakuasi sudah berdatangan, alat berat dari TNI sudah disiapkan, TNI-Polri sudah siap, dapur umum sudah siap, akan dihadirkan di titik pengungsian," kata Ridwan.

Baca Juga : BNPB Salurkan Bantuan DSP Rp2,5 Miliar untuk Bencana di Sulsel

Dia mengatakan kini aliran listrik di Kabupaten Cianjur belum sepenuhnya pulih. Pasalnya dari tiga gardu PLN di Cianjur, menurutnya hanya satu gardu yang kini bisa beroperasi.

"Baru hampir 20 persen yang bisa hidup lagi sampai malam ini, jadi mohon maaf ke warga Cianjur, PLN akan kerja keras maksimal tiga hari untuk kembali normal, mudah-mudahan bisa lebih cepat," Ujarnya.

Menurutnya di beberapa titik terdampak gempa masih dalam kondisi yang gelap karena minim penerangan. Sehingga menurutnya korban berpotensi masih mengalami pertambahan.

Baca Juga : Lima Kecamatan di Kabupaten Soppeng Terdampak Banjir

"Diduga masih ada warga yang hilang dan terperangkap ambruk, sehingga kami menduga jumlah korban akan bertambah dalam hitungan waktu," pungkasnya.

Gempa Kuat dan Merusak

Menurut Dosen Teknik Geofisika Institut Teknologi Bandung (ITB), Zulfakriza Z, gempa yang melanda Cianjur pada 21 November 2022 merupakan gempa yang tergolong sangat merusak, terlebih dengan banyaknya gempa susulan yang terjadi.

Baca Juga : Masih Pekan Pertama 2024 Sudah 24 Kali Bencana Alam di Indonesia

"Gempa ini tergolong gempa yang kuat dan merusak. Dan ditambah dengan sejumlah gempa susulan (62 gempa susulan) menurut data BMKG pada pukul 19.00 WIB," kata Zulfakriza dikutip dari Instagram @seisnote, Selasa, (22/11/2022).

Adapun terkait penyebab terjadinya gempa,dia menyebut gempa terpicu oleh sesar aktif yang bergerak secara mendatar dengan arah mengiri atau left lateral strike slip.

"Berdasarkan data dari katalog BMKG, posisi gempa utama dan gempa susulan berada di bagian utara dari Zona Sesar Cimandiri segmen Rajamandala dan Nyalindung," Ujarnya.

Baca Juga : Kabar Duka, Mantan Kepala BNPB Doni Monardo Meninggal Dunia

Kendati demikian, Anggota Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) ini mengatakan, sumber sesar yang menjadi pemicu gempa berkekuatan Magnitudo 5,6 di Cianjur tersebut belum terpetakan dalam Buku Bahaya Gempa Indonesia.

"Untuk itu, Diperlukan kajian Seismologi lebih lanjut untuk memahami sumber pemicu gempa Magnitudo 5,6 di Cianjur," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer