0%
karangan bunga makassar
Kamis, 24 November 2022 21:21

Pemprov Dinilai Abai, Direktur WALHI Sulsel: Ada 200 Lebih Aktivitas Tambang Ilegal tak Ditertibkan

Direktur WALHI Sulsel, Muhammad Al Amin. Foto: ist
Direktur WALHI Sulsel, Muhammad Al Amin. Foto: ist

Direktur WALHI Sulsel, Muhammad Al Amin merilis data tambang ilegal di Sulsel yang sejak 2018 telah menyentuh angka 200 lebih.

dewanpers

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Direktur Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sulawesi Selatan (Sulsel) Muhammad Al Amin merilis data aktivitas tambang ilegal yang ada di Sulsel, terhitung sejak 2018. 

iklan pdam

"Terhitung sahun 2018, WALHI Sulsel itu merilis data ada lebih dari 200 aktivitas tambang tak berijin, dan kegiatan penambangan itu banyak dilakukan di bantalan sungai atau di dalam sungai," ujar Amin, sapaan akrabnya ketika ditemui di sela-sela acara launching Mammiri gogreen di hotel four points by Sheraton, Kamis (24/11/22).

Ia menyebutkan, hingga saat ini di tahun 2022, aktivitas penambangan ilegal itu tidak ada penurunan. "Karena tidak ada upaya dari pemerintah daerah untuk menertibkan tambang ilegal itu," jelasnya.

Baca Juga : Bantu Minimalisir Limbah Rumah Tangga, Pemerintah dan WALHI Sulsel Sambut Baik Kehadiran Mammiri Go Green di Makassar

Amin juga menyebutkan, maraknya tambang ilegal yang beroperasi di Sulsel ini seperti menjadi pembiaran, sebab tanpa penanganan dari pihak yang berwenang, baik itu dari pemerintah maupun dari pihak yang berwajib. 

"Aktivitas tambang ilegal ini merupakan acaman bagi lingkungan dan merugikan masyarakat," ujarnya.

 

Gubernur Dinilai Tidak Miliki Kepedulian

Baca Juga : Walhi Sulsel Desak Penanganan Perkara Kawasan Hutan Lindung Pongtorra Dipercepat

"Menurut saya tidak menurunnya tambang ilegal di Sulawesi selatan itu disebabkan karena tidak ada kepedulian dari pemerintah provinsi terhadap tambang ilegal, jika pemerintah provinsi dalam hal ini gubernur tidak mempunyai kepedulian sampai kapan pun tambang ilegal itu akan terus ada," tegasnya. 

"Kita hanya tinggal menunggu berita kerusakan lingkungan dan bencana alam di Sulsel", tambahnya.

Dia juga mencurigai adanya keterlibatan penegak hukum dalam fenomena maraknya tambang ilegal. "Saya berharap kepada seluru institusi penegak hukum agar mendisiplinkan anggotanya yang terlibat melindungi tambang ilegal di Sulawesi Selatan", ungkapnya. 

Baca Juga : WALHI Sulsel Minta Penataan DAS Jeneberang Tidak Menggusur Warga

Ia mengungkapkan ada beberapa tambang ilegal di tahun 2019 yang WALHI hentikan, salah satunya di sungai Mila di kabupaten Sidrap berkat penolakan masyarakat dan akhirnya sampai sekarang tidak beroperasi lagi.

Sementara di daerah lain masih banyak tambang ilegal yang masih beroperasi, Amin pun menilai tidak ada penurunan yang signifikan sampai tahun 2022.

Terakhir Amin menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong dan memaksa pemerintah untuk bertindak serius dalam menangani tambang ilegal di Sulawesi Selatan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Rafli
Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp 0811892345. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer