"Kita juga tahu misalnya kemarin pak Syahrul ketika jadi gubernur ada ponakannya, ada adeknya (di pemerintahan) seperti yang terjadi sekarang di tunjuk jadi PJ Bupati dan segala macam jadi kepala dinas, saya rasa itu tidak ada masalah sepanjang itu sesuai kebutuhan dan tidak personal jadi tidak melibatkan emosi personalnya tetapi berdasarkan aturan-aturan yang ada," jelasnya.
Ditanyai mengenai kinerja Sumardi Sulaiman sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel, Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Unhas tersebut mengatakan tidak bisa menilai banyak terkait dengan kinerja Sumardi Sulaiman, sebab tidak banyak prestasi yang bisa ditampilkan dan inovasi yang dapat ditunjukkan.
"Prestasinya jarang diliput media, jadi kita tidak tahu, sayakan kenal beliau waktu jadi camat di Bone tapi setelah jadi kepala dinas saya sudah tidak pernah mengikuti perkembangannya lagi," tegasnya.
Baca Juga : Mahasiswa Unhas Gagas "Megapolis Water Sensitive" untuk Atasi Krisis Air dan Banjir Perkotaan
Lebih lanjut, Ali juga mengatakan sejak kakaknya yaitu Amran Sulaiman naik menjadi Menteri Pertanian Era Susilo Bambang Yudhoyono kala itu, karir Sumardi melejit hingga dapat menjadi Kepala Dinas di tingkat Provinsi.
"Jadi dia ini termasuk orang biasa saja tapi beruntung," tandas Ali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News