PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Jumlah penderita penyakit Tuberkulosis (TBC) atau TB, terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2018, jumlah kasusnya yang tercatat 18 ribu penderita. Tahun 2019, naik hampir 19 ribu kasus.
Lalu pada tahun 2020, angkanya turun hanya 12 ribu. Namun, ketika itu terjadi lockdown ataupun pembatasan aktivitas sehingga informasi yang diterima pun terbatas.
Angkanya mulai naik pada 2021 menjadi 15.103 kasus dan hingga Januari-Oktober tahun ini sudah menyentuh 15.298 kasus.
Baca Juga : Menunggu Pelantikan, Ini Daftar Nomenklatur Baru di Pemprov Sulsel
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Sulsel, Rosmini Pandin, mengungkapkan, pihaknya tengah gencar memberantas TB. Bahkan, gencar mencari agar bisa ditangani lebih cepat.
"Meningkat karena kita memang lagi bergerak mencari. Mungkin dulu tidak terlalu kelihatan, tetapi sekarang ini karena kita lagi gencar menemukan dan mengobati maka kasusnya terlihat banyak," kata Rosmini, Minggu, 27 November 2022.
Rosmini mengungkapkan, perlu perhatian bersama karena TB harus dicegah, diperiksa, karena sangat menular. Pencegahan dengan masker misalnya, merupakan satu langkah mudah dilakukan.
Baca Juga : Viral Ibu Beri Kopi ke Bayi di Gowa, Ini Tanggapan Diskes Sulsel
"Di lapangan, tim melakukan edukasi, skrining, dan testing. Selanjutnya diobati disertai dengan pengawasan dan didampingi menjalani perawatannya sampai tuntas," jelasnya.
Ia menjelaskan, TB sendiri dapat sembuh dengan durasi waktu hingga enam bulan sehingga ini yang perlu dipahami lebih jauh. Ketika seorang sudah mengalami batuk selama dua pekan, maka sejatinya sudah harus diperiksakan.
"Ini yang belum banyak memahami. Kan bisa sembuh. Yang penting dia patuh dan jangan ada treatment yang putus, karena bisa resisten. Enam bulan sudah bisa," jelasnya. (*)
Baca Juga : Klinik Cerebellum Minta Waktu Satu Bulan Selesaikan Kewajiban ke BPJS Kesehatan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News