0%
Senin, 28 November 2022 23:34

PT Vale Indonesia Mulai Pengembangan Blok Pomalaa, Menko Luhut: Harus Dilanjutkan

Editor : Rasdiyanah
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan hadir dalam groundbreaking pengembangan proyek Blok Pomalaa di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Foto: dok
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan hadir dalam groundbreaking pengembangan proyek Blok Pomalaa di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Foto: dok

Proyek ini merupakan batu loncatan besar yang memposisikan PT Vale Indonesia untuk memasok nikel dari sumber yang berkelanjutan dan bertanggung jawab untuk mendukung transisi energi.

PORTALMEDIA.ID - PT PT Vale Indonesia Tbk bersama dengan Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd pada Minggu, 27 November 2022 melaksanakan groundbreaking sebagai tanda dimulainya
pengembangan proyek Blok Pomalaa di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Proyek ini akan beroperasi di bawah naungan PT Kolaka Nickel Indonesia (“KNI”). Total paket investasi untuk pabrik HPAL dan tambang diperkirakan mencapai 67,5 Triliun Rupiah, dan akan melibatkan sekitar 12.000 lapangan kerja untuk konstruksi.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang hadir dalam seremoni tersebut menegaskan sejak kemarin Ia berada di Sorowako di operasional PT Vale.

Baca Juga : RDP di Komisi XII, PT Vale Jelaskan Kepatuhan dan Kepastian Operasional

"Saya terkesan dengan pengelolaan lingkungan operasinya yang berkelas dunia. Proyek PT Vale Pomalaa harus dilanjutkan karena proyek ini membantu membangun ekosistem elektrifikasi Indonesia yang berkelanjutan," ujar Luhut. 

Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi menambahkan, sangat mendukung PT Vale Indonesia dalam pengembangan ekonomi hilir industri nikel di Provinsi ini.

"Ini juga merupakan proyek yang sejalan dengan prioritas ekonomi dan program pemerintah untuk mengurangi emisi karbon,” katanya. 

Loncatan Besar

Baca Juga : 617 Sak Pupuk Phonska Plus Dukung Keberlanjutan Pertanian Huko-huko

Sementara itu, Chief Executive Officer Vale, Eduardo Bartolomeo mengatakan, groundbreaking hari ini merupakan batu loncatan besar yang memposisikan PT Vale untuk memasok nikel dengan sumber yang berkelanjutan dan bertanggung jawab jauh ke masa depan.

"Kami yakin Indonesia memiliki peran penting dalam mega-tren elektrifikasi dan dekarbonisasi
global, dengan potensi untuk menjadi produsen nikel paling berkelanjutan di Asia dengan standar
Environmental Social & Governance (“ESG”) tertinggi. Kami berkomitmen untuk berperan aktif
dalam perjalanan ini,” ujar Eduawardo. 

Presiden Komisaris PT Vale dan Executive Vice President Base Metals Business Vale, Deshnee Naidoo, mengatakan Indonesia adalah pemain kunci dalam transisi energi global yang
akan memainkan peran integral dalam mengubah masa depan menjadi lebih baik.

Baca Juga : Lewat Festival Budaya, PT Vale Ikut Jaga Lestarikan Budaya di Morowali

"Hari ini kami melihat sekilas masa depan itu, dan kami berharap dapat melanjutkan perjalanan ini bersamasama dengan mitra kami di Indonesia," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer