Dalam keterangan tertulis pada Juni lalu, teknologi dalam bola Al Rihla disebut "akan membantu menginformasikan situasi offside serta membantu mendeteksi sentuhan yang tidak jelas sehingga pada akhirnya meningkatkan kualitas dan kecepatan proses pengambilan keputusan VAR."
Sebelum perdebatan itu diakhiri FIFA lewat teknologi canggih, Bruno Fernandes sejatinya tidak keberatan apabila gol pembuka Portugal ditulis sebagai milik Cristiano Ronaldo.
"Saya merayakan [gol] seolah-olah itu adalah gol Cristiano," kata Fernandes dalam wawancara pasca pertandingan.
Baca Juga : Adu Ramalan Piala Dunia 2026: EA Sports Unggulkan Portugal, Superkomputer Jagokan Spanyol
“Tampak bagi saya bahwa dia telah menyentuh bola. Tujuan saya adalah memberikan umpan silang untuknya."
"Kami senang dengan kemenangan terlepas dari siapa yang mencetak gol. Yang paling penting adalah kami mencapai tujuan kami, yaitu lolos ke babak berikutnya."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

