PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Permasalah sampah di Kabupaten Gowa belum juga teratasi, tidak adanya inovasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemda Gowa) menjadi kendala, wilayah kekuasaan Adnan Purichta Ichsan ini menjadi kumuh karena tumpukan sampah sebagai tempat pembuangan sampah sementara ada di mana-mana.
Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Daerah Sulawesi Selatan (Sulsel), Muhammad Al Amin menilai tidak ada upaya serius dan inovasi-inovasi hebat dari Pemda Gowa selama dua periode Adnan memimpin.
"Sampah di Kabupaten Gowa direspon dan diatasi secara biasa-biasa saja, tidak ada dilakukan upaya serius, minim inovasi," ungkap Muhammad Al Amin
Baca Juga : Perusahaan Jepang Tawarkan Teknologi Pengelolaan Sampah ke Kota Makassar
Amin menjelaskan sampah itu harus dikelola dan dimanfaatkan, sampah organik bisa jadi pupuk sedangkan sampah keringnya bisa didaur ulang, bukan dikumpul, diangkut, dan ditimbun seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gowa.
"Sampah itu harus ditangani dengan cara melakukan gerakan pemilihan sampah dari rumah tangga," tambahnya.
Namun Amin mengatakan percuma masyarakat melakukan pemilahan sampah jika saat sampah diangkut mobil truk sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) semuanya digabungkan menjadi satu.
Baca Juga : Bencana Alam Melonjak Enam Kali Lipat, WALHI: Lingkungan Sulsel Kian Kritis
"Mobil pengangkut sampah di Gowa itu general atau gabungan, jadi truk sampah masuk kepemukiman melihat ada dua tong sampah digabungkan menjadi satu di bak truk," katanya.
Lebih lanjut, ia juga mengatakan infrakstuktur persampahan di Gowa masih sangat rendah dibandingkan Makassar."Bahkan mobil sampah itu tidak menyeluruh di kawasan Gowa," terangnya.
Hal tersebut menimbulkan tempat pembuangan sampah sementara yang tidak seharusnya ada.
Baca Juga : Penerbitan SHGB di Pantai Makassar Tuai Kritik, WALHI Desak Transparansi
Menurut Amin, Pemda Gowa harus berani melibatkan produsen sampah untuk membangun program guna menghentikan laju penumpukan sampah di daerahnya.
"Ayo kita buat diskusi yang terencana dengan para pegiat untuk bisa mengatasi sampah yang ada di Maminasata khususnya daerah Gowa, Makassar, Takalar dan Maros," ajaknya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News