0%
Kamis, 01 Desember 2022 07:54

Kementan Klaim Berhasil Penuhi Pasokan Beras, Ajukan Skema Agar tak Impor

Editor : Rasdiyanah
Ilustrasi. Foto: ist
Ilustrasi. Foto: ist

Kementan baru saja melakukan validasi stok beras, sehingga diyakini stok beras masih cukup dan berharapa bulog tidak perlu mengambil langkah impor.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim jumlah stok beras di dalam negeri masih sanggup untuk memenuhi kebutuhan cadangan Perusahaan Umum Bulog.

Koordinator Data Evaluasi dan Pelaporan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Batara Siagian, mengatakan pihaknya telah melakukan validasi soal stok dan harga beras domestik di lapangan.

“Ini tentu sebagai komitmen kami meyakinkan data BPS tidak ada keraguan sesungguhnya, karena faktanya di lapangan beras ada. Namun tentu dengan variasi harga tergantung lokasi,” kata Batara, dikutip dari tempo.co, Rabu (30/11/2022).

Baca Juga : Bulog Pastikan Pasokan dan Harga Pangan Stabil Jelang Ramadan

Langkah ini sesuai dengan permintaan hasil rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IV DPR RI pada 23 November lalu.

Dirjen Tanaman Pangan telah melayangkan surat resmi kepada Bulog yang berisi rincian lokasi penyerapan beras domestik. Surat tersebut telah ditembuskan kepada pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Skema Agar tak Impor

Dengan data yang dikirimkan Kementan, Batara berharap Bulog dapat segera menyerap beras di wilayah tersebut. Sehingga, Bulog tidak perlu melakukan impor beras.

Baca Juga : Titiek Soeharto Kritik Keras Bapanas Soal Penumpukan Stok Beras di Bulog

Hal itu menurut dia adalah skema yang bisa ditemouh agar tak perlu impor beras. Ia menambahkan, hal tersebut juga amat penting, karena petani lokal masih mampu memenuhi kebutuhan beras dalam negeri.

Ketimbang produksi secara nasional, kata dia, kebutuhan gudang cadangan beras Bulog sangat kecil. Karena itu, ia menilai tidak mungkin petani lokal di seluruh wilayah Indonesia tidak dapat memenuhinya. Ditambah, pada Februari hingga Maret, akan terjadi panen raya sehingga stok di petani lokal akan melimpah.

"Kami mohon masa panen raya bisa dimaksimalkan penyerapan,” kata Batara.

Baca Juga : Pegadaian Siap Salurkan Beras SPHP Bersama Bulog

Dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR RI 23 November lalu, Kementan diberikan waktu selama enam hari memvalidasi data jumlah dan harga beras yang ada di dalam negeri.

Jika terbukti tidak bisa memenuhi target menyerap cadangan beras hingga 1,2 juta ton, Bulog akan mengimpor beras.

Saat itu, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas mengatakan stok domestik tipis dan tak dapat memenuhi target penyediaan cadangan beras. Buwas pun mengakui pihaknya memiliki 500 ribu ton beras komersial yang berada di luar negeri.

Baca Juga : Harga Beras Naik, KPPU Soroti Peran Strategis Bulog di Pasar

Namun, ia enggan menyebut negara asal beras tersebut diimpor. “Stok beras di luar negeri ini bisa kapan saja kami tarik jika memang stok dalam negeri sudah habis,” kata Buwas

Saat dimintai konfirmasi, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan pun mengatakan Bulog telah membeli beras impor. Namun, beras tersebut belum masuk ke Indonesia.

Sama halnya dengan Buwas, Zulkifli tidak mau menyebut negara muasal beras itu. Menurut dia, hanya Bulog yang tahu soal itu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar