Tenaga Kedokteran Nuklir Masih Kurang
Ia mengatakan bahwa Kedokteran Nuklir sebenernya sangat penting di Indonesia, namun dokter spesialisnya saja sangat kurang, bahkan alatnya baru satu di Sulawesi.
"Teknologi nuklir di Indonesia belum pesat perkembangannya tetapi di pemerintahan saat ini melalaui Kemenkes dan di provinsi dan daerah itu sudah mulai menyebar untuk alat kedokteran ini," sambungnya.
Baca Juga : Pemerintah Dorong Eksplorasi Uranium untuk Perkuat Pengembangan Energi Nuklir Nasional
Tambahnya, walaupun RS Dadi kini telah dilengkapi dengan alat kedokteran nuklir tetapi itupun masih kurang, karena hanya ada satu.
Lulusan Profesi Kedokteran Nuklir Universitas Padjajaran ini berharap agar perawatan dan pengobatan dengan teknologi nuklir khususnya di Sulawesi Selatan dapat lebih diperhatikan.
Agar perawatan pasian juga lebih maksimal, RS Dadi juga membutuhkan satu lagi alat kedokteran nuklir.
Baca Juga : Pemkot Makassar Krisis Tempat Penampungan ODGJ, RS Rujukan Overkapasitas
"Kendala saat ini masih dibutuhkan beberapa penunjang alat dan ruangan lahanlah, untuk kita buka layanan supaya lebih maksimal, supaya masyarakat Sulsel yang betul-betul membutuhkan ini tidak lagi membawa pasien ke luar Sulsel, ke Bandung ke Jogja dan lain-lain," bebernya.
Terakhir, Ari juga menekankan bahwa pengobatan ini 100% gratis bagi pengguna Kartu BPJS Kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News