PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan rencana baru untuk meningkatkan konsumsi listrik masyarakat melalui program bagi-bagi 680.000 rice cooker gratis atau Program Bantuan Penanak Nasi Listrik (PBPNL).
Rencana itu muncul usai pemerintah membatalkan program pengalihan atau konversi kompor LPG 3 kg ke kompor listrik. Alasannya, program konversi kompor listrik tidak tepat dilaksanakan di saat pemulihan ekonomi masih berlangsung.
Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, mengatakan alokasi pendanaan untuk program PBPNL atau e-cooking tersebut menggunakan APBN sebesar Rp 340 miliar.
Baca Juga : Menteri Lingkungan Hidup Segel Tambang Nikel Bermasalah di Raja Ampat
"Alokasi pendanaan program e-cooking sebesar Rp 340 miliar untuk paling sedikit 680.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) saat ini telah masuk dalam DIPA Ditjen Ketenagalistrikan Tahun Anggaran (TA) 2023," ujar Dadan, dikutip dari kumparan, Kamis (1/12/2022).
Menurut Dadan, program ini dapat mendukung komitmen Presiden Jokowi dalam pemanfaatan energi bersih yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dia juga menyebutkan manfaat lain dari pelaksanaan program tersebut yaitu dapat mengurangi emisi gas rumah kaca, untuk membantu pencapaian target net zero emission di tahun 2060.
Baca Juga : Harga Nikel Terpuruk, Kementerian ESDM Sebut Perang Dagang AS-China Jadi Pemicu
"Memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memasak dan menghangatkan nasi," kata Dadan.
Adapun target penerima rice cooker gratis yaitu pelanggan PLN dengan daya listrik 450 dan 900 volt ampere (VA) yang mayoritas masih menggunakan LPG 3 kg untuk memasak. Nilai paket rice cooker tersebut yaitu Rp 500.000 per KPM.
Tak Efektif Kurangi LPG
Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, menilai program bagi-bagi rice cooker cukup tepat jika ditujukan untuk upaya diversifikasi penggunaan energi bersih menggunakan listrik.
Baca Juga : Kementerian ESDM Sebut PT Vale IGP Pomalaa Teladan Praktik Pertambangan Berkelanjutan
Menurutnya, dengan daya listrik yang rendah, penggunaan rice cooker dapat dimanfaatkan oleh penerima yang menggunakan daya listrik 450 Volt Ampere (VA), baik untuk rice cooker berdaya 200 VA, maupun berdaya 300 VA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News