Meski begitu, dia menganggap program bagi-bagi rice cooker gratis tidak begitu tepat dalam menggantikan penggunaan gas LPG 3 kg, yang mayoritas masih diimpor sehingga memberatkan APBN.
"Alasannya, rice cooker hanya untuk menanak nasi, sedangkan memasak lauk dan lainnya masih menggunakan kompor gas dengan LPG 3 Kg. Dengan demikian, program pembagian rice cooker tidak efektif sama sekali dalam mencapai tujuan mengurangi, apalagi menggantikan LPG 3 Kg," jelasnya.
Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan, juga menilai program bagi-bagi rice cooker gratis tidak akan mengurangi penggunaan gas LPG 3 kg secara signifikan.
Baca Juga : Menteri Lingkungan Hidup Segel Tambang Nikel Bermasalah di Raja Ampat
"Saya kira betul sekali bisa mengurangi. Hanya saja saya kira tidak akan signifikan pengurangannya. Penggunaan gas untuk memasak nasi saya kira tidak terlalu besar," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News