0%
Jumat, 02 Desember 2022 23:29

Hadirnya Alkes Nuklir, Kadinkes Sulsel Harap Makassar Jadi Pusat Rujukan Pasien Kanker

Penulis : wiwi amaluddin
Editor : Rasdiyanah
pala Dinas Kesehatan, Rosmini Pandin. Foto: ist
pala Dinas Kesehatan, Rosmini Pandin. Foto: ist

Kepala Dinas Kesehatan Rosmini Pandin berharap, setelah adanya alat kesehatan nuklir di RSUD Dadi, Kota Makassar dapat menjadi pusat rujukan pasien kanker di Sulsel.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - RSUD Dadi Kota Makassar kini memiliki alat kesehatan (alkes) nuklir yang mampu mendeteksi dan mengobati pasien kanker. Sebelumnya alat teknologi kedokteran ini hanya ada di luar Sulsel, seperti di Pulau Jawa. 

Merespons alat kedokteran yang terbilang baru di Sulsel ini, Kepala Dinas Kesehatan, Rosmini Pandin mengatakan pihaknya sangat mensupport apa yang telah dilakukan oleh RSUD Dad. 

"Dengan adanya alkes nuklir ini, kita sangat berharap, nantinya Kota Makassar dapat menjadi pusat rujukan kesehatan bagi para pasien kanker," ujar Rosmini, sapaan akrabnya kepada Portalmedia.id, Jumat (2/11/2022).

Baca Juga : Jaminan Hari Tua bagi 45 Ribu Pekerja Rentan, Pemkot Makassar Luncurkan Perluasan Manfaat JHT dan Sistem Perisai

Rosmini menyebutkan, langkah selanjutnya setelah alat ini ada, adalah mengurus legalitasnya, agar bisa dimanfaatkan dengan sempurna dan berguna untuk masyarakat banyak," bebernya.

Rosmini juga menuturkan akan menjalin koordinasi dengan RSUD Dadi agar terjalin kolaborasi, penyempurnaan dan sosialisasi agar perawatan dengan teknologi nuklir ini dapat dikenal dan menjadi pilihan masyarakat khususnya di Sulsel. 

Sementara itu, Dokter Nuklir As'ari As'ad menyebutkan, kehadiran alkes nuklir ini masih menjadi satu-satunya di Kota Makassar bahkan di Sulawesi. 

Baca Juga : Pemerintah Dorong Eksplorasi Uranium untuk Perkuat Pengembangan Energi Nuklir Nasional

"Sebelumnya, hanya ada RS di kota-kota besar lain di Jawa seperti Bandung atau Jakarta, jadi hadirnya nuklir di Makassar sangat bisa meng-cut biaya transportasi dan biaya-biaya lainnya, sangat-sangat membantu masyarakat yang membutuhkan dan pasien," ujarnya.

Lulusan Profesi Kedokteran Nuklir Universitas Padjajaran ini mengatakan, agar bisa lebih maksimal, setidaknya harus ada dua alkes nuklir di RS Dadi.

"Kendala saat ini masih dibutuhkan beberapa penunjang alat dan ruangan untuk kita buka layanan agar lebih maksimal," bebernya.

Baca Juga : Tunggakan Iuran BPJS Bakal Dihapus, Ini Syarat dan Kriterianya

Terakhir, Ia juga menekankan bahwa pengobatan nukli ini 100% gratis bagi pengguna Kartu BPJS Kesehatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer