PORTALMEDIA.ID -- Rusia meningkatkan rudal sistem pertahanan sehingga bisa merontokkan senjata jarak jauh Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) Ukraina milik Amerika Serikat. Upgrade dilakukan dengan menanamkan perangkat lunak baru pada sistem pertahanan Rusia.
Seorang sumber komandan militer Rusia yang bertugas di Zaporizhzhia mengatakan, tentara Ukraina kini mengandalkan senjata jarak jauh buatan Amerika Serikat (AS) itu. Namun dia menegaskan, pasukannya sudah bisa mencegat serangan HIMARS.
“Sekarang kami tidak punya masalah dalam mendeteksi, melacak, dan menghancurkannya,” kata komandan yang meminta identitasnya tak dipublikasikan itu, seperti dikutip dari RT, Sabtu (3/12/2022).
Baca Juga : Investigasi NYT Ungkap Rahasia Citra Satelit: Serangan Drone Iran Hantam 18 Pangkalan Militer AS
Dia mengklaim, sejauh ini unitnya berhasil menjatuhkan sekitar 10 roket HIMARS, empat di antaranya terjadi sebulan terakhir.
Departemen Pertahanan AS (Pentagon) menyatakan telah mengirim 38 sistem HIMARS lengkap dengan amunisi ke Ukraina hingga 23 November. Namun jumlah itu bisa terus bertambah. Pada Kamis, Pentagon memberikan kontrak senilai 431 juta dolar AS kepada produsen HIMARS, Lockheed Martin, hingga 2025 untuk memproduksi HIMARS.
Selain untuk kebutuhan Angkatan Darat AS, HIMARS itu juga akan dikirim untuk membantu mitra-mitra asing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

