0%
Rabu, 07 Desember 2022 21:26

Penerbitan Rupiah Digital, Ketua Perbanas: Akan Membuat Uang Logam Pensiun

Editor : Rasdiyanah
Penerbitan Rupiah Digital, Ketua Perbanas: Akan Membuat Uang Logam Pensiun
ist

Rencana penerbitan Rupiah Digital semakin mencuat, Perbanas bahkan menyebut penerbitannya akan membuat uang logam pensiun.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Bank Indonesia segera menerbitkan rupiah digital. Mengutip dari informasi Bank Indonesia, Rupiah Digital nantinya akan berbentuk coding yang semuanya terenkripsi.

Ada tim khusus yang menangani coding. Sehingga hanya Bank Indonesia yang tahu. Prinsipnya penggunaannya sama dengan uang kertas dan uang logam.

"Rupiah digital akan membuat uang kertas berkurang dan uang logam pun akan pensiun," kata Ketua Umum Perhimpunan Bank Umum Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo, dikutip dari suara.com, Rabu (7/12/2022). 

Proyek Garuda

Baca Juga : BI Catat Uang Beredar Tembus Rp10.133,1 T pada Desember 2025

Proyek Garuda merupakan sebuah inisiatif yang memayungi eksplorasi desain CBDC Indonesia yang kemudian disebut Digital Rupiah.

Digital Rupiah merupakan sumbangsih Bank Indonesia kepada negara dalam perjuangan menjaga kedaulatan Rupiah di era digital.

Proyek ini melengkapi berbagai inisiatif Bank Indonesia dalam mendorong agenda transformasi digital nasional. Khususnya upaya mengintegrasikan ekonomi dan keuangan digital secara end-to-end.

Baca Juga : Catatan BI: Transaksi QRIS Tap Tembus Rp28 Miliar di Akhir 2025

Saat ini sudah didorong dari jalur Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 (BSPI 2025) dan Blueprint Pengembangan Pasar Uang 2025 (BPPU 2025)

White Paper: Digital Rupiah

Sebagai langkah awal, Bank Indonesia menerbitkan White Paper terkait pengembangan Digital Rupiah pada 30 November 2022.

White Paper ini merupakan pemaparan awal dari Proyek Garuda berupa desain level atas (high-level design) Digital Rupiah sekaligus sebagai bentuk komunikasi kepada publik terkait rencana pengembangan Digital Rupiah.

Baca Juga : SBT Capai 55,74%, Penyaluran Kredit Baru Meningkat

White Paper ini menjelaskan konfigurasi desain Digital Rupiah yang terintegrasi dari ujung ke ujung, fitur desain Digital Rupiah yang memungkinkan pengembangan model bisnis baru, arsitektur teknologi Digital Rupiah, serta dukungan perangkat regulasi dan kebijakan terhadap implementasi desain Digital Rupiah.

Menimbang implikasinya yang luas, inisiatif berskala nasional ini perlu dirumuskan dan diimplementasikan secara sinergis.

Dalam konteks serupa, sinergi dengan komunitas bank sentral global dan organisasi internasional juga diperlukan guna memastikan kesiapan desain Digital Rupiah untuk dapat diselaraskan dengan berbagai inisiatif pengembangan interoperabilitas transaksi antar negara.

Apa Itu CBDC?

Baca Juga : Fokus Jaga Stabilitas Rupiah, Bank Indonesia Pertahankan BI Rate 4,75%

CBDC merupakan bentuk baru uang bank sentral yang merupakan kewajiban bank sentral dan berdenominasi sama dengan mata uang resmi serta dapat digunakan untuk alat tukar, satuan hitung, maupun penyimpan nilai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar