0%
Kamis, 08 Desember 2022 17:36

Pemda Gowa Perketat Lalu Lintas Ternak Cegah Penularan Virus Jembrana

Editor : Rahma
Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Gowa, Suhriati (IST)
Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Gowa, Suhriati (IST)

Dari 116 ribu populasi sapi yang ada di Kabupaten Gowa didominasi oleh sapi jenis Bali

PORTALMEDIA.ID, GOWA- Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas Peternakan dan Perkebunan memperketat lalu lintas ternak yang akan masuk di wilayahnya, guna mengantisipasi penularan Virus Jembrana.

Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Gowa, Suhriati mengatakan meski belum ada kasus yang ditemukan, namun pihak mengambil langkah awal dengan antisipasi dini.

"Meski saat ini di Kabupaten Gowa belum ditemukan kasus sapi terpapar virus Jembrana, tetapi kita tetap mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini," katanya Kamis (08/12/2022).

Baca Juga : Ratusan Kades di Gowa Dilatih Menata Tapal Batas Desa

Upaya memperketat lalu lintas ternak dilakukan setelah ditemukannya kasus sapi terinfeksi virus Jembrana beberapa daerah di Sulawesi Selatan. Antara lain, di Kabupaten Barru, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Pangkep. Pernyataan ini pun berdasarkan hasil uji laboratorium yang terakreditasi.

Belum lagi lanjutnya, dari 116 ribu populasi sapi yang ada di Kabupaten Gowa didominasi oleh sapi jenis Bali. Sementara diketahui, virus Jembrana ini awal mulanya berasal dari Provinsi Bali.

"Kalau penyakit Jembrana itu pertama hanya ada di Indonesia, tidak ada di negara lain. Dia merupakan penyakit yang berasal dari virus dan ditemukan sejak 1964 hingga 1967 lalu di kabupaten Jembrana, Bali. Karena awalnya ditemukan di Jembrana makanya dinamakan penyakit jembrana," jelasnya.

Baca Juga : Pemkab Gowa Wujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

Virus Jembrana ini pun sangat rawan menyerang sapi jenis Bali, meskipun demikian sapi-sapi jenis lainnya termasuk sapi jenis lokal tetap perlu dilakukan pengawasan agar tidak terpapar virus Jembrana. Sebab semua rawan terinfeksi, dimana sapi sehat juga bisa kena jika dia berkontak dengan sapi sakit. Makanya sapi yang terinfeksi virus harus di isolasi.

"Makanya kita memperketat lalu lintas ternak, terkait masuknya sapi dari luar. Apalagi jika asalnya dari Bali sebagai lokasi awal mulanya virus Jembrana ini," katanya.

Selain memperketat lalu lintas sapi, pihaknya juga secara intens dan berkala melakukan sosialisasi kepada peternak dan kelompok peternak terkait virus Jembrana tersebut. Hal penting lainnya yang dilakukan yakni tetap menjaga kesehatan ternak dengan melakukan pengobatan dan pemberian vitamin agar kekebalan tubuh sapi tetap terjaga.

Baca Juga : Minimalisir Sengketa Tanah, 500 Sertipikat Diserahkan ke Masyarakat Gowa

Suhriati menjelaskan, secara ciri-ciri klinis sapi yang terserang virus Jembrana dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) memiliki gejala yang sama. Seperti, demam dengan suhu 40 hingga 42 derajat celsius, kemudian terlihat lesu, nafsu makan berkurang, dan air liur berlebihan.

Hal yang membedakannya yakin sapi atau ternak yang terinfeksi virus Jembrana yaitu keringatnya mengeluarkan darah atau keluar dari pori-pori yang ada pada pinggul, panggung dan perut sapi.

"Gejala klinisnya itu hanya satu yang membedakan antara PMK sama Jembrana, yaitu mengeluarkan keringat darah dari pada punggung, pinggul dan perut sapi, kalau PMK tidak seperti itu. Tapi kalau klinis lainnya sama," katanya.

Baca Juga : Bupati Adnan Dorong JQHNU Gowa Kolaborasi dengan Pemkab Bangun SDM Berkualitas

Sistem penularan virus Jembrana ini yaitu melalui kontak langsung dengan ternak yang sakit. Sehingga sapi atau ternak yang sakit jika berkontak langsung dengan sapi sehat itu akan tertular. Kemudian dari jarum suntik, sehingga jarum suntik jika sudah dipakai harus langsung dimusnahkan.

"Proses penularan lainnya melalui lalat karena ini lalat berpindah-pindah jadi bisa membawa virus dari ternak yang sakit ke ternak yang sehat," terangnya.

Sementara, untuk model pengobatan pada sapi terinfeksi virus Jembrana yaitu melakukan penyemprotan disinfektan, melakukan vaksinasi, dan memberikan pengobatan dan vitamin pada hewan ternak.

Baca Juga : Puluhan Pendidik dan 18 Bunda PAUD Kecamatan di Gowa Ikuti Bimtek

"Kita menjaga ternak supaya tetap sehat karena yang diserang ini adalah sistem kekebalan tubuh pada sapi, makanya kita harus menjaga kesehatan ternak dan kandangnya harus di bersihkan. Jika ada gejala klinis yang ada pada hewan ternak harus menyampaikan kepada petugas peternakan atau ke dinas peternakan, dan perkebunan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar