PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Viral Bupati Meranti Muhammad Adil menyebut Kemenkeu dipenuhi Iblis dan Setan. Pernyataan ini bukan tak mendasar, Muhammad Adil merasa daerah yang ia pimpin tidak memperoleh Dana Bagi Hasil (DBH) minyak bumi secara adil.
Ia buka-bukaan semuanya saat rapat Koordinasi Pengelolaan Pendapatan Belanja Daerah se-Indonesia. Mulanya Muhammad Adil blak-blakan curhat langsung di depan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Lucky Alfirman.
Dikutip dari suara.co, Muhammad Adil mengklaim, Kepulauan Meranti memproduksi 8.000 barel minyak per hari, tapi tidak mendapat laporan rincian penerimaan daerah.
Baca Juga : Ratusan Ekonom Desak Pemerintah Lakukan Reformasi Kebijakan Ekonomi
Apa saja keluh kesah, tuntutan, dan ancaman Bupati Meranti ke pemerintah pusat? Berikut rangkuman Portalmedia.id.
1. Berharap Kejelasan DBH Minyak
Muhammad Adil berdoa agar ada kejelasan terkait Dana Bagi Hasil (DBH) minyak di Kepulauan Meranti dengan Kemendagri dan Kemenkeu.
Bupati Meranti ini mengklaim daerah yang ia pimpin memproduksi 8 ribu barel minyak per hari, tapi ia tidak mendapat laporan rincian penerimaan daerah.
2. Jangan Ambil Minyak di Meranti
Baca Juga : Pemerintah Kucurkan Tambahan DAU untuk Pembayaran THR dan Gaji ke-13 Guru
Bupati Meranti Muhammad Adil menyebut Kemenkeu isinya iblis dan setan. Ia juga minta pemerintah pusat tidak lagi mengambil minyak di Meranti.
“Ini orang keuangan isinya iblis atau setan, jangan diambil lagi minyak di Meranti itu,” kata Muhammad Adil.
3. Uang Dihisap oleh Pusat
Bupati Meranti ini lebih memilih hidup dari usaha sendiri daripada mengandalkan pemerintah pusat yang menurutnya sudah mengeksploitasi Meranti
Baca Juga : Menkeu Kembangkan Sistem AI untuk Awasi Pelanggaran di Bea Cukai
“Gapapa, kami juga masih bisa makan, daripada uang kami dihisap oleh pusat,” tegas Adil.
4. Serahkan Meranti ke Negara Tetangga
Saking ‘hopeless-nya’, Muhammad Adil meminta pemerintah pusat untuk menyerahkan Meranti ke negara tetangga.
“Bapak mau tahu, akibat pandemi covid, warga Meranti nggak bisa pergi ke Malaysia, 41 ribu penganggurannya, kalau bapak nggak mau mengurus kami, pusat tidak mau mengurus Meranti, kasihkan kami ke negeri sebelah,” katanya.
5. Ancam Angkat Senjata
Baca Juga : Presiden Prabowo Belum Setujui Tambahan Dana Transfer, Purbaya Minta Daerah Benahi Tata Kelola
Ancaman yang tak kalah serius, adalah saat Muhammad Adil mencetuskan ide angkat senjata.
“Kan saya ngomong, apa bapak tidak paham omongan saya? Apa perlu Meranti angkat senjata?” ujar Muhammad Adil.
6. Muak dengan Kemenkeu
Bupati Meranti Muhammad Adil mengaku muak melihat perwakilan Kementerian Keuangan yang hadir di rapat Koordinasi Pengelolaan Pendapatan Belanja Daerah se-Indonesia.
Baca Juga : Pemerintah Siapkan Insentif untuk Sektor Otomotif dan Properti Lewat Penyaluran Kredit BUMN
Hal itu terekam dalam video yang sudah beredar luas di media sosial. “Izin pak, saya eneg lihat bapak di sini,” kata Bupati Meranti Muhammad Adil seperti dikutip dari video yang viral tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News