0%
Selasa, 13 Desember 2022 14:48

Vaksinasi Masih Rendah, 14 Ribu Ekor Ternak di Sulsel Terjangkit Virus PMK

Penulis : Dewi
Editor : Redaksi
Rapat Koordinasi dan Evaluasi Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sulsel, di Hotel Four Points, Makassar, Selasa, 13 Desember 2022.
Rapat Koordinasi dan Evaluasi Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sulsel, di Hotel Four Points, Makassar, Selasa, 13 Desember 2022.

Sulsel memiliki permasalahan yang sedikit berbeda dengan wilayah yang lain. Dimana hewan ternak di Sulsel banyak yang berkeliaran di hutan, sementara di beberapa daerah lain khususnya di Jawa, hewan ternaknya berkumpul di kandang.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Jumlah ternak terjangkit virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Sulsel mencapai 14.408 ekor, berdasarkan data per tanggal 11 Desember 2022. Ternak mati sebanyak 126 ekor, ternak potong bersyarat 629 ekor, ternak sembuh 10.998 ekor, dan sisa kasus sebanyak 2.655 ekor.

"Berdasarkan grafik, setiap hari kondisi kasus PMK sudah melandai dan tingkat kesembuhan juga semakin bertambah," kata Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, saat Rapat Koordinasi dan Evaluasi Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sulsel, di Hotel Four Points, Makassar, Selasa, 13 Desember 2022.

Abdul Hayat meminta kepada seluruh Tim Satgas Penanganan PMK di seluruh Kabupaten Kota hingga ke tingkat Desa/Kelurahan, untuk dapat memberikan masukan, ide, gagasan, dan inovasi dalam penanganan kasus PMK di daerahnya masing-masing. Upaya yang dilakukan, berdasarkan dengan cara-cara pendekatan berkearifan lokal untuk memastikan efektivitas atas upaya yang dilakukan dalam mengendalikan kasus PMK di Sulsel.

Baca Juga : Wabah PMK di Gowa Meluas, 2.784 Ternak Terinfeksi

"Tiap daerah tentu ada cara-cara pendekatan kita pastikan apa yang efektif dan tidak efektif," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Koordinator Pengendalian Operasi Satgas PMK Nasional, Brigadir Jenderal Ary Laksmana Widjaja, mengungkapkan, diperlukan upaya konkret oleh para Tim Satgas dengan berkolaborasi memberikan masukan dan berbagi pengalaman terkait penanganan kasus PMK.

"Bagaimana parameter untuk melakukan upaya-upaya mengurangi bahkan meniadakan PMK di Indonesia dan memang ada beberapa upaya yang harus kita lakukan secara optimal melalui kajian-kajian untuk memperbaiki catatan pencapaian yang ada," ungkapnya.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Intensifkan Vaksinasi PMK untuk Kendalikan Penyebaran di 7 Kabupaten

Ary juga mengapresiasi jumlah total hewan ternak di Sulsel yang sembuh klinis, dan itu diakuinya sebagai capaian-capaian yang cukup bagus dan masih harus terus ditingkatkan.

Terkait dengan capaian vaksinasi untuk kasus PMK di Sulsel, Ary mengaku masih rendah. Namun, itu menjadi tantangan yang harus dijalankan oleh para Tim Satgas, khususnya tim vaksinator.

"Capaian vaksinasi untuk Sulawesi Selatan baru pada 8,83 persen, itu jika dibandingkan dengan populasi yang ada. Kenapa angkanya masih rendah, Sulawesi Selatan ini termasuk salah satu lumbung ternak nasional, sehingga jumlah populasinya banyak, jadi memang yang harus divaksin banyak," ujarnya.

Baca Juga : Kasus PMK Merebak di Sulsel, Ternak Sapi Terinfeksi di Takalar dan Gowa

Selain itu, katanya, Sulsel memiliki permasalahan yang sedikit berbeda dengan wilayah yang lain. Dimana hewan ternak di Sulsel banyak yang berkeliaran di hutan, sementara di beberapa daerah lain khususnya di Jawa, hewan ternaknya berkumpul di kandang. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer