0%
Kamis, 14 Juli 2022 23:46

2 Wartawan Dapat Perlakuan Intimidasi saat Meliput di Kompleks Kediaman Irjen Ferdy Sambo

Editor : Rasdiyanah
Suasana di depan rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Rabu (13/7/2022). Foto: dok kumparan
Suasana di depan rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Rabu (13/7/2022). Foto: dok kumparan

2 wartawan mendapat intimidasi dari OTK saat melakukan tugas jurnalis di sekitaran kediaman Irjen Ferdy Sambo. Akibat intimidasi ini beberapa video dan foto hasil liputan hilang dari perangkat yang dibawa kedua 2 wartawan ini.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Sebanyak tiga orang tidak dikenal (OTK) melakukan intimidasi kepada jurnalis CNN Indonesia dan 20Detik yang tengah meliput kasus adu tembak di rumah singgah Kadiv Propam Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Ketiga OTK tersebut, mengenakan kaus hitam dengan perawakan tegap dan berambut cepak meminta dua wartawan menghapus beberapa dokumen liputan seperti video dan foto.

Salah satu wartawan yang enggan disebutkan namanya bercerita, awalnya dia bersama rekannya hendak mewawancarai Ketua RT setempat Mayjen Pol (Purn) Seno Sukarto.

Baca Juga : Bareskrim Polri Turun Tangan Usut Kasus Penembakan di Polres Solok Selatan

"Pertama ke rumah Pak RT kan, didatenginnya sama Ibunya yang keluar, nanya-nanya kan, katanya Bapaknya itu nggak mau ngomong lagi. Karena udah tuh yang kemarin udah cukup itu, nggak ada yang baru lagi," ujarnya dengan dialek khas Jakarta, dikutip dari kumparan.com, Kamis (14/7/2022).

Di rumah ketua RT, kedua wartawan itu mendapatkan informasi jika kediaman tersebut sempat didatangi lima orang polisi pada Rabu (13/7/2022) malam.
 
Usai dari sana, keduanya kembali berjalan untuk mencari saksi lain yang bernama Asep. Dia diketahui seorang petugas kebersihan.

"Ketemu lah Pak Asep lah di pertigaan tuh di pinggir jalan. Oh iya saya Pak Asep, oh ya udah. Sambil wawancara tuh sempat ada orang nyamperin, manggil si Pak Asep, terus ya udah kita lanjut wawancara tuh sama Pak Asep sambil videoin segala macam," ucapnya.

Di tengah wawancara dengan Asep, tiga orang berbaju hitam itu langsung mengambil handphone kedua wartawan tersebut dan menghapus foto hingga video.Selain itu, tas keduanya juga digeledah oleh orang tidak dikenal tersebut.

Baca Juga : Jenazah AKP Ulil Riyanto Korban Penembakan di Polres Solok Selatan Ternyata Orang Makassar

Pengakuannya, sebanyak tiga video yang dihapus dari ponsel wartawan tersebut yang salah satunya berisi wawancara dengan Asep. Tiga orang yang meminta video tersebut juga sempat memeriksa ponsel kedua jurnalis tersebut.

"Pas udah agak jauh, disamperin lagi tuh bertiga. Langsung 'sini mana handphone-nya mana handphone-nya.' Langsung dihapus-hapusin (videonya)," ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo memastikan pihaknya akan mengusut dugaan intimidasi itu. "Nanti akan diusut oleh Polres," ungkap dia.
 
Kediaman Irjen Sambo beberapa hari terakhir ini memang tengah disorot. Sebab, itu merupakan lokasi peristiwa penembakan antar polisi yang menewaskan Brigadir Yosua. Penembakan itu dilakukan oleh Bharada E.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar