"Bentuk eksploitasi anak itu ketika jam belajarnya mulai terabaikan karena mereka lebih fokus kepada mencari rezeki untuk menghidupi keluarga," jelasnya.
"Kemungkinan tidak hanya eksploitasi pada anak tapi juga kekerasan akan terjadi pada anak," tambahnya.
Kadis DP3A Kota Makassar ini menghimbau untuk masyarakat tidak memberi di jalanan, agar anak-anak tidak terbiasa hidup dijalan dan lebih fokus kependidikannya.
Baca Juga : Rayakan Hari Jadi ke-102 secara Sederhana, PDAM Makassar Fokus Perkuat Integritas dan Pengabdian
"Ketika pengguna jalan memberikan uang kepada mereka itu bukanlah hal yang mendidik untuk mereka, tapi itu akan menjadikan kebiasaan- kebiasaan yang membuat mereka berpikir cari uang itu gampang sisa berdiri kasih bunyi musik joget dapat uang Rp50 ribu sampai Rp100 ribu," jelasnya.

Achi menuturkan Kerja-kerja dinas terkait sudah maksimal tetapi orang makassar terlalu baik, terlalu gampang memberikan uang.
Baca Juga : Hentikan Open Dumping, Pemkot Makassar Wajibkan Warga Pilah Sampah Organik dan Anorganik dari Rumah
"Mereka tidak pikir itu bertentangan, hal itu akan membuat mereka lebih ingin berada di jalan dibanding berita-cita yg lebih besar," ucapnya.
Dinas DP3A mempunyai forum anak yg memiliki visi pelopor dan pelapor, pelopor dalam artian sebagai agen sebaya untuk teman-temannya.
"Forum anak menjadi fasilisator anak, tentunya kalau kami berhadapan dengan anak, ada sentuhan-sentuhan yang harus kami lakukan termasuk didalamnya adalah sentuh hati kepada si anak dan sentuh hati kepada orang tua nya," jelasnya.
Baca Juga : Auditor KONI Makassar Tegaskan Dana Hibah Cabor Sudah Sesuai Regulasi, Tuduhan LSM Tak Berdasar
Dinas DP3A Kota Makassar berkolaborasi dengan Dinas Sosial Kota Makassar, dimana Dinsos membantu anak-anak di jalanan dengan memasukkannya di Rumah Penampungan Trauma Center (RPTC).
"Kan ada RPTC, mereka diberikan edukasi. Kepada anak disampaikan jika kamu berada di jalan akan ada hal besar yang kemungkinan mengancam jiwa raga kamu, kemungkinan besar akan terteabrak motor, dan kekerasan yang kau alami," kata Achi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
