0%
Jumat, 23 Desember 2022 08:57

Boneka Badut Makin Marak, Pemkot Makassar Masih Pantau Sebelum Bertindak

Penulis : Firda
Editor : Azis Kuba
Salah satu badut aksi di sudut kota Makassar. (portalmedia)
Salah satu badut aksi di sudut kota Makassar. (portalmedia)

Wakil Wali Kota Makassar mengatakan akan menjadi PR, jangan sampai adanya boneka badut ini akan meresahkan masyarakat Kota Makassar

"Bentuk eksploitasi anak itu ketika jam belajarnya mulai terabaikan karena mereka lebih fokus kepada mencari rezeki untuk menghidupi keluarga," jelasnya.

"Kemungkinan tidak hanya eksploitasi pada anak tapi juga kekerasan akan terjadi pada anak," tambahnya.

Kadis DP3A Kota Makassar ini menghimbau untuk masyarakat tidak memberi di jalanan, agar anak-anak tidak terbiasa hidup dijalan dan lebih fokus kependidikannya.

Baca Juga : Lewat Forum Indonesia on the Move, Munafri Siapkan Sistem Transportasi Terpadu dan Rendah Emisi

"Ketika pengguna jalan memberikan uang kepada mereka itu bukanlah hal yang mendidik untuk mereka, tapi itu akan menjadikan kebiasaan- kebiasaan yang membuat mereka berpikir cari uang itu gampang sisa berdiri kasih bunyi musik joget dapat uang Rp50 ribu sampai Rp100 ribu," jelasnya.

Achi menuturkan Kerja-kerja dinas terkait sudah maksimal tetapi orang makassar terlalu baik, terlalu gampang memberikan uang.

Baca Juga : Menjelang Setahun Kepemimpinan MULIA, Makassar Raih UHC Award 2026

"Mereka tidak pikir itu bertentangan, hal itu akan membuat mereka lebih ingin berada di jalan dibanding berita-cita yg lebih besar," ucapnya.

Dinas DP3A mempunyai forum anak yg memiliki visi pelopor dan pelapor, pelopor dalam artian sebagai agen sebaya untuk teman-temannya.

"Forum anak menjadi fasilisator anak, tentunya kalau kami berhadapan dengan anak, ada sentuhan-sentuhan yang harus kami lakukan termasuk didalamnya adalah sentuh hati kepada si anak dan sentuh hati kepada orang tua nya," jelasnya.

Baca Juga : Kunjungi Kantor Kemenlu, Wali Kota Munafri Perkuat Diplomasi Pariwisata dan Maritim Lewat Kolaborasi

Dinas DP3A Kota Makassar berkolaborasi dengan Dinas Sosial Kota Makassar, dimana Dinsos membantu anak-anak di jalanan dengan memasukkannya di Rumah Penampungan Trauma Center (RPTC).

"Kan ada RPTC, mereka diberikan edukasi. Kepada anak disampaikan jika kamu berada di jalan akan ada hal besar yang kemungkinan mengancam jiwa raga kamu, kemungkinan besar akan terteabrak motor, dan kekerasan yang kau alami," kata Achi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer