PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -- Warga di Jalan Baji Minasa 1, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) digegerkan dengan penemuan seekor ular piton yang panjangnya mencapai 8 meter, Minggu (25/12/2022) siang.
Informasi yang dihimpun, ular piton berukuran besar itu pertama kali ditemukan di atas plafon rumah salah satu warga milik Andi Fachrul. Sontak dia panik dan melaporkan penemuannya itu ke warga lain.
Kemudian bersama warga lain melaporkan penemuan ular besar itu ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Makassar.
Baca Juga : Cari Tali Ikat Kayu, Wanita Lansia di Sidrap Ditelan Ular Piton
Sekitar pukul 13:01 wita, petugas Damkar Makassar tiba di lokasi dan langsung berupaya mengevakuasi ular besar itu dari atas plafon rumah.
"Ada 11 personel yang kita kerahkan untuk lakukan evakuasi ular tersebut, kita gunakan alat khusus untuk satwa liar," Jelas Kadis Damkar Makassar, Hasanuddin dalam keterangannya.
Walaupun sudah mempunyai keterampilan menangani satwa liar, petugas juga sempat kewalahan mengevakuasi ular besar tersebut, lantaran satwa melata itu masih agresif dan sempat beberapa kali menyerang petugas Damkar.
Baca Juga : Nyawa Seorang Nenek di Palopo Melayang Usai Dililit Ular Piton
"Ularnya besar ukuran perkiraan delapan meter, lokasi evakuasi juga diatas plafon rumah," Ucap Hasanuddin.
Hampir satu jam melakukan evakuasi, ular besar itu pun akhirnya dapat ditangkap dan langsung dibawa ke Mako Damkar untuk diamankan.
Penyebab Ular Sering Muncul Saat Musim Hujan
Ular mudah dijumpai ketika musim hujan karena sarang hewan melata ini mungkin tergenang air sehingga mereka keluar untuk mencari tempat bersembunyi lain.
Baca Juga : Ular Piton Berukuran Delapan Meter Mangsa Sapi Warga di Parangloe Gowa
Selain itu, musim hujan adalah waktu di mana telur-telur ular menetas karena kelmbapan yang lebih tinggi.
Karena alasan itulah kasus penemuan ular beserta telur-telurnya di rumah-rumah warga seringkali dilaporkan ketika musim hujan.
Ular biasanya ditemukan bersembunyi di loteng, rangka atap, balik semak-semak, toilet, sekitaran kolam renang, termasuk bawah tempat tidur.
Hujan menguntungkan bagi aktivitas ular. Musababnya air yang turun dari langit mampu mendorong perkembangbiakan ular dengan mengumpulkan ketersediaan makanan.
Sebelum kemarau datang, jumlah hewan yang dimakan ular akan meningkat. Reptil ini biasanya akan makan burung kecil atau mamalia.
Saat cuaca hangat, ular akan mencari sinar matahari untuk berjemur seiring dengan aktivitas manusia yang memanfaatkan sinar matahari. Sehingga seringkali aktivitas ular dan manusia bersinggunggan sehingga ular seringkali tampak oleh manusia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News