PORTALMEDIA.ID, GOWA - Ketua Aliran Bab Kesucian berkedok yayasan Nur Mutiara Makrifatullah, Hadi Kesumo membantah tudingan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan (Sulsel) yang menilai ajarannya sesat.
Seperti diberitakan sebelumnya, MUI Sulsel mengungkapkan adanya larangan solat lima waktu yang diajarkan Bab Kesucian yang dipimpin Hadi itu. Selain itu para jamaah juga tidak dibenarkan untuk memakan daging ikan dan minum susu. Informasi itu oleh MUI Sulsel berdasarkan laporan yang diterima oleh warga.
Hadi Kesumo mengatakan, tuduhan MUI Sulsel itu tidak berdasar dan tak ada bukti yang bisa dijadikan acuan tudingan tersebut benar. Ia menilai MUI Sulsel telah menyebarkan informasi salah dan merusak nama baik yayasannya.
Baca Juga : Silaturahmi Pj Gubernur Prof Fadjry Djufry ke MUI Sulsel, Kolaborasi untuk Kesejahteraan Umat
"Larangan salat? teroris itu! Makanya saya tanya (MUI Sulsel) dapat datanya dari mana, itu orang yang harus dimatikan. Kalau dia menuduh tanpa tabayyun, tanpa verifikasi itu fitnah yang kejam," jelasnya.
Bang Hadi, sapaan Hadi Kesumo mengaku tidak pernah melarang jamaahnya untuk makan daging. "Adakah saya melarang makan binatang, mana buktinya. Yang saya larang itu makan darah walaupun setetes. Itu haram," ungkapnya.
Bang Hadi pun menuding balik MUI Sulsel sesat. sebab mengambil gambar dan informasi tanpa izin pihaknya dianggapnya suatu pelanggaran. "Sesat kalau hanya mengambil gambar, lalu menuliskan kata-kata sesat, tanpa verifikasi, tanpa bertanya, itu kan sepihak. apalagi mengambil gambar tanpa ijin," katanya.
Baca Juga : Pengurus MUI dan NU Sulsel Temui Amran Sulaiman
"Saya sebagai yang di bicarakan di media sosial merasa di rugikan, mencemarkan nama baik yayasan Nur Mutiara Makrifatullah," tambahnya.
Kendati demikian, Bang Hadi mengaku apabila memang ada ajaran yang tidak sesuai, ia meminta agar mendapat bimbingan.
“Kalau memang kami ini sesat, seharusnya diadakan pembinaan, bagaimana yang di luar sana yang lebih sesat lagi, kenapa itu tidak dibimbing atau dikasih pembinaan,” bebernya.
Baca Juga : UNSA Makassar Bangun Kolaborasi dengan Ganas Annar MUI Sulsel Lawan Penyalahgunaan Narkoba
Untuk diketahui, Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah berdiri pada tahun 2019. Adapun pusat yayasan tersebut terletak di Batam, Kepulauan Riau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News